Dongeng “Putri Danisa” oleh Dian Rizky Utami

Putri Danisa

Oleh: Dian Rizky Utami

Pada suatu hari, di sebuah kerajaan yang sangat megah hiduplah sepasang Raja dan Ratu yang sangat baik dan bijaksana. Mereka selalu menolong rakyatnya, berlaku adil, dan juga tidak pernah bersikap semena-mena ketika memerintah. Namun ada satu yang menjadi kegundahan dan kesedihan sang Ratu, yaitu, putri sematawayangnya yang bernama Danisa terlahir dalam keadaan tidak seperti manusia biasa.

“Tuhan, mengapa keadaan seperti ini menimpa putri kami satu-satunya?” Ratu pun menangis.

“Permaisuriku, janganlah kita bersedih hati. Yakinlah bahwa Tuhan punya kejutan untuk kita dan Danisa jika kita sabar menunggunya.” Raja menghibur Ratu setiap kali Ratu bersedih.

Putri Danisa memiliki bulu di seluruh tubuhnya, hidungnya besar seperti hidung beruang, telinganya seperti kucing dan kakinya bersisik. Putri Danisa belum pernah diizinkan keluar dari istana karena Ratu takut ia akan sedih ketika penduduk desa melihatnya dengan rupa seperti itu. Putri Danisa dikurung di dalam istana, di menara paling atas karena ia sangat suka sekali dengan pemandangan dari atas sana. Putri Danisa sangat pintar bernyanyi. Suaranya merdu dan tawanya sangat khas. Melihat putrinya tidak merasakan kekurangan apapun, Ratu menjadi sedikit lega. Semua orang di istana sangat menyayangi Putri Danisa. Begitu juga Putri Danisa yang merasa bahwa semua orang sangat menyayanginya. Hanya saja, Putri Danisa memiliki sifat yang suka memaksa.

Suatu ketika, Raja dan Ratu harus mengunjungi kerajaan tetangga selama beberapa hari. Putri Danisa harus tinggal di istana bersama pengawal, pelayan dan penghibur yang ada di istana. Karena Putri Danisa sudah terbiasa tinggal di dalam istana, Raja dan Ratu tidak takut ataupun ragu untuk meninggalkannya. Maka, pergilah mereka setelah berpesan kepada Putri Danisa.

“Putriku yang jelita, satu pintaku kepadamu. Kuminta padamu untuk tidak keluar istana. Karena percayalah, Tirana Penyihir Jahat itu sudah sangat menginginkanmu badan ingin membahayakan nyawamu.” Kata Ibunya.

“Baiklah, Ibunda. Kuharap Ibunda baik-baik saja dan selamat di perjalanan.”

Satu hari, ketika Danisa sedang memberi makan kudanya di belakang istana, ia melihat seekor kelinci putih yang berlari-lari ke arah semak-semak. Ia pun mengikuti kelinci tersebut untuk menangkapnya. Setelah mengikuti beberapa lama, ia pun bisa menangkap kelinci itu dan mengurungnya di kandang kecil. Namun tiba-tiba datanglah seorang pemuda tampan ke hadapannya.

“Putri Danisa, yang jelita. Bolehkan saya meminta kelinci saya yang ada padamu?”

Putri Danisa pun terpesona atas kesopanan dan ketampanan Boni.

“Siapa kamu?” Putri Danisa bertanya.

“Saya Boni, pemuda desa yang ada di wilayah kerajaan ini Putri. Kelinci itu milik saya Putri.”

“Begitukah? Kalau begitu kamu boleh mengambilnya kembali, Boni.”

“Tuan Putri sungguh baik sekali.”

Kemudian Boni yang sopan itu mengambil kelincinya dan pergi dari istana itu. Putri Danisa menyukai Boni yang sangat lemah lembut itu. Dan Putri Danisa pun pergi menemui pelayan istana kesayangannya yang bernama Loli. Setelah ia bercerita tentang pertemuannya dengan Boni tadi, ia pun berkata, “Loli, aku ingin menjadikan Boni sebagai temanku di istana. Dia tampan, baik dan sopan sekali.”

“Tapi Putri, ia hanya orang biasa. Putri Danisa tidak boleh berteman dengan orang biasa.”

“Berteman itu tidak boleh pilih-pilih, Loli. Itu yang diceritakan penghibur istana kepadaku.”

“Tentu saja Putri. Tapi, aku hanya takut kepada Raja dan Ratu.”

“Jika kamu melakukan hal yang benar, kamu tidak perlu takut, Loli.” Sang Putri pun meyakinkan pelayan istana yang biasa menjadi teman dan sahabatnya selama ini.

“Baiklah kalau memang begitu keinginan Tuan Putri. Aku akan mengutus seorang pengawal untuk mencarinya.”

Tak lama kemudian, pengawal datang menghadap Putri Danisa.

“Tuan Putri, Boni akan datang besok. Dia tidak bisa datang hari ini karena harus membantu ibu tirinya yang bekerja sebagai penjual obat.”

“Kalau begitu, bawa aku kesana sekarang. Aku ingin menemuinya hari ini, bukan besok.”

Pada awalnya, pengawal ragu. Namun karena Putri Danisa terus memaksa, akhirnya ia pun setuju. Ditemani oleh Loli, ia pergi ke desa tersebut dan menemui Boni. Namun sayang sekali, Boni sedang tidak berada di rumahnya. Tapi ia bertemu dengan seorang wanita tua yang sedang duduk di atas kursi goyang. Wanita tua ini memiliki rambut putih yang sangat panjang yang dibiarkannya tergerai begitu saja.

“Silahkan masuk.” Kata wanita tua itu.

“Permisi, saya ingin mememui Boni.” Kata Putri Danisa itu.

Wanita tua itu bangkit untuk melihat tamunya. Namun ia kaget, karena tampaknya ia telah bertemu dengan orang yang selama ini dicarinya.

“Putri Danisa?” tanyanya.

“Ya. Aku Putri Danisa. Aku ingin menemui Boni.”

“Ah, Putri Danisa, buru-buru sekali. Duduklah sebentar. Ada banyak yang ingin aku ceritakan padamu.”

Dengan wajah bingung, Putri Danisa duduk, dan Loli mulai merasa ada hal yang akan terjadi.

“Putri Danisa, aku ingin Putri mengetahuinya. Sebenarnya Boni itu tidak suka melihat rupa Tuan Putri. Karena ia takut dan ngeri melihat tubuh Tuan Putri yang berbulu ini.”

Alangkah terkejutnya Putri Danisa dan Loli. “Hai, wanita tua, berani sekali kamu berkata begitu kepada seorang Putri. Kelakuanmu sungguh tidak sopan.” Loli pun marah.

“Tunggu dulu, pelayan istana. Aku ingin menawarkan obat pada Putri Danisa yang cantik ini.”

“Obat apa yang ingin kamu tawarkan kepadaku, wanita tua?” Tanya Putri Danisa.

“Obat untuk menghilangkan kutukanmu.”

“Kutukan?” Putri Danisa dan Loli pun terheran-heran.

“Tentu saja kalian merasa aneh bahwa seorang Raja yang tampan dan Ratu yang amat jelita memiliki seorang Putri berbulu seperti ini. Itu karena kalian tidak tahu bahwa sebenarnya Putri Danisa dikutuk dari kecil untuk memiliki rupa seperti ini. Karena itu aku ingin memberikan penawar kepadamu. Ini, minumlah dan lihat apa yang akan terjadi.” Wanita tua itu menyodorkan secangkir minuman berwarna biru kepada Putri Danisa.

Loli berbisik kepada Putri Danisa, “Tuan Putri, ayo kita pergi dari sini. Aku takut.” Tapi perkataannya tidak didengarkan oleh Putri Danisa karena Sang Putri memaksanya untuk berada di sini.

Kemudian Putri Danisa meminum air yang berada di cangkir itu sampai habis. Ia ingin melihat apa yang terjadi setelah ia meminumnya. Lalu tiba-tiba badannya panas, bulu-bulu di seluruh tubuhnya berguguran, dan sekejap saja ia berubah menjadi Putri yang amat cantik, yang tidak lagi memiliki hidung besar, telinga kucing, dan kaki yang bersisik. Ia amat senang, begitu juga dengan Loli. Ketika ia ingin mengucapkan terima kasih, ia terkejut karena ia tidak bisa berbicara. Loli juga panik karena dengan begitu Putri Danisa tidak akan bisa bernyanyi lagi.

Kemudian si wanita tua itu tertawa terbahak-bahak. Loli pun memberanikan diri untuk bertanya, “Siapa kamu, wanita tua? Mengapa kamu melakukan ini kepada Putri Danisa?”

“Apakah kamu pernah mendengar nama Tirana?” Wanita tua itu bertanya kepada mereka berdua.

Putri Danisa hanya bisa mengangguk dan Loli terkejut sekali.

“Jangan-jangan, kamu adalah Tirana si penyihir tua yang jahat itu?” Tanya Loli.

“Benar sekali.” Kemudian Tirana pun tertawa sangat keras sekali.

Tiba-tiba datanglah Boni dengan membawa pedang yang sangat tajam dan berlari ke arah Putri Danisa. Lalu ia berbisik, “Tuan Putri, ia bukanlah ibu tiri saya. Selama ini saya hanya menjadi pesuruhnya saja. Tapi jika Tuan Putri ingin suara Tuan Putri kembali, potonglah rambut Tirana dengan pedang ini.” Katanya.

“Tapi, apakah rupa Putri Danisa akan kembali lagi?” Tanya Loli.

“Aku tidak tahu. Tapi, apakah kalian ingin melihat Tuan Putri tidak bisa bicara seperti ini?” Tanya Boni pada Loli. Dan Loli menggelengkan kepalanya.

“Kalau begitu, potonglah rambut penyihir tua itu, Tuan Putri. Aku akan mengalihkan perhatiannya. Kemudian, cepatlah potong rambutnya.”

Putri Danisa mengangguk tanda mengerti. Kemudian, Boni maju untuk melawan Tirana. Kemudian dari belakang, Loli memegangi tangan penyihir tua itu, dan Putri Danisa pun cepat-cepat memotong rambutnya. Maka, matilah Tirana si Penyihir Tua itu. Suara Putri Danisa kembali dan rupanya tetap cantik. Karena ternyata, Tirana itulah yang mengutuk Putri Danisa dari kecil. Sejak itu, Boni menjadi teman Putri Danisa, dan Sang Putri berjanji tidak akan pernah memaksakan kehendaknya lagi. Ketika Raja dan Ratu pulang, mereka sangat terkejut melihat rupa Putri mereka yang benar-benar cantik jelita. Kemudian Putri Danisa menceritakan semua yang telah ia lakukan selama mereka pergi. Sekarang, Ratu tidak lagi bersusah hati, dan Putri Danisa tidak dikurung di dalam istana lagi. Ia bisa pergi kemanapun ia mau, bersama pelayannya Loli dan sahabatnya Boni.

TamatImaget

Advertisements

Makalah PenjasKes

Tugas

Pendidikan Jasmani/Kesehatan

“Kejar Bola Kertas”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis ucapkan atas segala rahmat dan hidayah Allah SWT, sehingga tugas ini dapat diselesaikan dengan baik. Tugas ini membahas tentang sebuah permainan kecil yang telah dikembangkan sesuai dengan kreatifitas penulis dengan mengkombinasikan beberapa kegiatan dalam mata kuliah Pendidikan Jasmani/kesehatan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada pembimbing sekaligus dosen mata kuliah Pendidikan Jasmani/kesehatan. Kemudian, kepada seluruh yang terkait dalam penulisan tugas ini.

Akhirnya, penulis menyadari bahwa tugas ini masih terdapat banyak kesalahan, baik dalam penulisan maupun isi, untuk itu penulis sangat mengharapakan kritik dan saran dari pembaca. Penulis mengharapkan tugas ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Padang, 1 November 2012

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Kata pengantar            …………………………………………………………………… 1

Daftar isi         ……………………………………………………………………………..2

Pendahuluan   ….…………………………………………………………………………3

Latar belakang                        …………………………………………………………….3

Fokus masalah             …………………………………………………………….3

Rumusan masalah       .……………………………………………………………3

Tujuan penelitian         .……………………………………………………………4

Pembahasan    ……………………………………………………………………………..6

Penutup           ..…………………………………………………………………………..8

Kesimpulan         …………………………………………………………………8

Saran          ……………………………………………………………………….8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.   Latar Belakang

Saat ini banyak anak-anak yang sudah tidak memainkan lagi permainan – permainan daerah seperti Lintang Alihan, Gobak Sodor, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi yang sangat pesat, banyak industri, pabrik dan lainnya yang memproduksi banyak mainan seperti mobil-mobilan, boneka bergerak, robot, dan lain-lain bahkan anak-anak sekarang sudah lebih canggih dalam memainkan teknologi yang seharusnya hanya bias dimainkan dan digunakan oleh orang dewasa, seperti iPad, iPhone, Blackberry, Android,  dan lain-lain. Sehingga anak-anak tidak lagi memainkan permainan kecil yang bias memberikan manfaat kesehatan dan maksa kerja sama. Akibatnya permainan-permainan kecil semakin lama semakin dilupakan. Jika dibiarkan terus menerus permainan kecil akan punah.

Keadaan seseorang baik secara fisik maupun mental belum sempurna. Dan kesempatan untuk melatih potensi-potensi ialah pada waktu bermain. Karena bermain merupakan naluri atau dorongan daru dalam, ini harus diusahakan secara baik dan terkontrol.  Bermain merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Oleh karena itu, kami mencoba mengkombinasikan permainan kecil dengan ide permainan yang kami rancang menjadi permainan yang baru dan menarik.

 

  1. B.     Fokus Masalah

Fokus masalah makalah ini  adalah permainan-permainan kecil yang bermanfaat terhadap kesehatan tubuh manusia.

  1. 1.      Rumusan Masalah

Berdasarkan fokus masalah di atas, penulis melihat ada beberapa masalah yang dapat dirumuskan sebagai masalah penelitian, yaitu:

  1. “Apakah permainan-permainan kecil itu?”
  2. “Bagaimanakah cara permainannya?”

 

 

 

  1. 2.      Tujuan Penilitian

Setelah mempelajari permainan, berarti kita dapat memahami konsep -konsep bermain, mampu memanfaatkan situasi untuk kepentingan pendidikan dengan kata lain diterapkan bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain.

Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka makalah ini bertujuan untuk menjelaskan apa-apa saja permainan kecil yang bermanfaat terhadap tubuh manusia. Selain itu makalah ini di buat untuk memenuhi tugas oendidikan jasmani dan kesehatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

Kejar Bola Kertas adalah sebuah permaian yang dimainkan oleh dua tim. Masing-masing tim beranggotakan kurang lebih tujuh orang. Satu orang berperan sebagai induk dan enam orang lainnya sebagai anak. Permainan ini menggunakan dua bola kertas ( satu tim satu bola kertas ) yang digunakan sebagai senjata untuk menyerang benteng dan anak paling belakang dari tim lawan. Induk sangat berperan penting dalam permainan ini, karena induk bertugas untuk melakukan serangan, melindungi anak-anaknya dari serangan lawan dan mempertahankan benteng. Tim dikatakan menang jika tim lawan tidak punya anak atau anggota lagi.

Dalam Kejar Bola Kertas kekompakan,kecepatan dan ketepatan dalam melakukan serangkaian permainan sangat dibutuhkan untuk menjadi pemenang.

 

1. Nama Permainan

Kejar Bola Kertas

 

2. Bahan dan perlengkapan

Bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan :

a) Bola kertas ( 2 buah )

 

3. Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dan Manfaat  dari permainan ini adalah:

1. Untuk melatih kecepatan dan kelincahan

2. Menciptakan kekompakan

3. Melatih kerja sama dalam hal menyelesaikan masalah

4. Melatih akurasi lemparan

5. Melatih reflex tubuh.

 

4. Tata cara permainan

Tata cara permainan permainan ini adalah:

1) (Ganti bola kasti menjadi bola kertas, tujuannya agar saat melempar lawan, tidak terjadi cidera) Dibagi menjadi dua kelompok. Masing – masing kelompok terdiri dari satu induk dan enam anak. Masing – masing kelompok membentuk barisan seperti kereta yang tidak boleh putus, baik saat diam maupun saat permainan berlangsung, yaitu saat berlari-lari menghindari bola.

 

2) Induk(berada di barisan paling depan) bertugas melindungi anak – anaknya dari serangan lawan sehingga induk harus selalu membawa anak – anaknya kemanapun induknya pergi. Tapi tetap saja, kereta tidak boleh putus atau kelompok akan didiskualifikasi

 

3) Ketika peluit berbunyi menandakan permainan telah dimulai.

 

4) Induk saling melempar jeruk dengan sasaran botol di dalam benteng dan anak paling belakang dari lawan. Saat melempar bol pemain saling berkejaran dan tidak boleh melempar lawan yang telah berada di dalam benteng dan waktu pelemparan bola bebas.

 

5) Kelompok yang terkena lemparan lawan harus menyerahkan satu anak untuk dipenjarakan oleh lawan dan menyerahkan anak paling belakang untuk dipenjarakan jika anak paling belakang terkena bola.

 

6) Anak tahanan A dinyatakan bebas jika lawan berhasil menyentuh sang anak belakang si B (Dalam hal ini, boleh keluar dari wilayah yang dimiliki ).

 

7) Kelompok yang berhasil memenjarakan semua lawannya dinyatakan sebagai

pemenang.

 

5. Peraturan permainan

Peraturan permainan Kejar Bola Kertas ini adalah:

1) Yang bertugas melempar bola adalah induk, saat pelemparan pemain mengejar lawannya dan harus keluar dari garis atau benteng dan waktu pelemparan bebas.

2) Sasaran bola adalah benteng dan pemain paling belakang.

3) Tiap anggota (anak) tidak boleh memisahkan diri dari induknya, kecuali induk yang beralih menjadi anak paling belakang.

4) Apabila bola  mengenai anak paling belakang dari lawan, maka berhak mendapatkan anak paling belakang tersebut untuk dipenjarakan.

5) Pembebasan anak dinyatakan sah jika anak dijemput oleh induknya.

6) Kelompok yang berhasil memenjarakan seemua anggota kelompok lawan

dinyatakan sebagai pemenang.

 

6. Aspek yang terkandung dalam permainan

Aspek yang terkandung dalam permainan adalah:

  1. Aspek kognitif

Pemain berusaha berpikir bagaimana cara untuk melempar bola kepada benteng dan anak belakang, serta mengejar lawan.

  1. Aspek motoric

Pemain menggerakkan kaki dan tangan, bahkan motoric lainnya untuk bergerak dan saling berfungsi.

  1. Aspek efektif

Pemain harus memupuk, mendidik kerja sama dan kekompakkan timnya.

 

 

BAB II

PENUTUP

  1. a.      Kesimpulan

Kejar Bola Kertas diciptakan dengan mengkombinasikan permainan kecil dengan ide permainan yang saya rancang sehingga menjadi permainan yang baru dan menarik. Manfaat dari permainan ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk melatih kecepatan dan kelincahan.

2. Menciptakan kekompakan.

3. Melatih kerja sama dalam hal menyelesaikan masalah.

4. Melatih akurasi lemparan

5. Melatih reflex tubuh.

 

b. Saran

Pembaca diharapkan lebih bisa mengembangan permainan kecil ini menurut kreatifitas masing-masing.

 

ANALISA KU (Guys, aq ga tau brp persen kebenarannya ya)

TUGAS AKHIR

ENGLISH LANGUAGE TEACHING CURRICULUM

ANALISIS RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DAN SILABUS

SMP N 4 PEMATANGSIANTAR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh:

Dian Rizky Utami

17360

 

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INGGRIS

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2012

  1. I.            SUMPAH

Saya, yang bertandatangan di bawah ini:

Nam          : Dian Rizky Utami

NIM          : 17360

Bersumpah bahwa tugas akhir English Language Teaching Curriculum, saya kerjakan dengan sungguh-sungguh tanpa membantu dan dibantu orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

 

Saya yang bersumpah,

 

 

 

Dian Rizky Utami

 

  1. II.            Latar Belakang

Latar belakang analisa dari Rancangan Perencanaan Pembelajaran (RPP) dan Silabus ini dilakukan adalah untuk melihat apakah komponen-komponen beserta isi dari RPP dan silabus tersebut sudah memenuhi syarat atau belum. Ini bertujuan agar yang benar dapat dicontoh dan diterapkan, sementara yang salah akan dijadikan suatu pelajaran agar tidak lagi terjadi.

 

  1. III.            Analisa RPP
  2. Pengertian RPP

RPP yang benar merupakan RPP yang berlandaskan UU No.19 tahun 2005 yaitu: Seperangkat Rencana yang menggambarkan proses dan Prosedur pengorganisasian kegiatan pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar (KD) yang telah ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan di dalam silabus.

 

  1. Komponen-Komponen RPP

Di bawah ini merupakan komponen-komponen yang terdapat dalam RPP yang benar:

1. Identitas mata pelajaran

Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.

 

2. Standar kompetensi

Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik

yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.

 

3. Kompetensi dasar

Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.

 

4. Indikator pencapaian kompetensi

Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

 

5. Tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

 

6. Materi ajar

Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.

 

7. Alokasi waktu

Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.

 

8. Metode pembelajaran

Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.

 

9. Kegiatan pembelajaran

a. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

 

b. Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

 

c. Penutup

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

 

10. Penilaian hasil belajar

Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

 

11. Sumber belajar

           Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

 

  1. Bentuk Umum RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

SMP/MTS                            : SMP N 4 Pematangsiantar

Kelas/Semester                                : VIII (Delapan) / 1

Standar Kompetensi       : 1. Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat

Kompetensi Dasar           : 1.1 Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan  interpersonal (bersosialisasi) yang menggunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur: meminta, memberi, menolak jasa, meminta, memberi, menolak barang, mengakui, mengingkari fakta, meminta dan memberi pendapat.

Jenis teks                            : Transactional / Interpersonal

Tema                                     : Home Life

Aspek/Skill                          : Mendengarkan

Alokasi Waktu                   :2 x 40 menit

 

  1. 1.       Tujuan Pembelajaran

Pada akhir pembelajaran, siswa dapat:

  1. Menentukan pasangan kalimat berdasarkan percakapan
  2. Memilih jawaban yang tepat berdasarkan rekaman dialog
  3. Melengkapi teks wawancara berdasarkan rekaman
  4. Melengkapi teks dialog berdasarkan rekaman dengan memilh jawaban yang tersedia
  5. Melafalkan  kalimat interogatif dan kalimat positif dengan intonasi yang tepat

 

Karakter siswa yang diharapkan :     Dapat dipercaya ( Trustworthines)

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

  1. 2.       Materi Pembelajaran
    1. Communication Practice (halaman 2, 3, 4, 5, 6)
  • Rekaman dialog
  • Rekaman percakapan dengan menggunakan why dan because
  • Percakapan-percakapan memuat ungkapan-ungkapan berikut:

                A: Why is the meeting at four?

                B: Because it’s Friday

  1. Grammar Practice( halaman 7, 8, 31)
  • Penjelasan tentang kalimat interrogative-negative Simple Present
  • Penjelasan kalimat imperative negative
  • Daftar pertanyaan dan pilihan jawaban
  1. Developing Skills (halaman 10 , 12, 24)
  • Rekaman wawancara
  • Rekaman percakapan
  1. Pronunciation (halaman 12)
  • Rekaman percakapan dengan intonasi kalimat interogatif dan kalimat positif
  1. Unit Self-Test (halaman 25)
  • Record your Voice: rekaman percakapan dengan mengacu pada petunjuk

 

  1. 3.       Metode Pembelajaran: three-phase technique

 

  1. 4.       Langkah-langkah Kegiatan

A.Kegiatan Pendahuluan

Apersepsi :

  • Tanya jawab tentang gambar
  • Brainstorming ideas: Why is the moon circular? Why should we study?,  etc.

Motivasi :

  • Menjelaskan pentingnya materi yang akan dipelari berikut kompetensi yang harus dikuasi siswa

 

B.    Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F  Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

F  Mendengarkan penjelasan tentang penggunaan bentuk interogatif negatif Simple Present

F  Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

F  Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

F  Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

F  Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F  Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

F  Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan

F  Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

F  Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

F  Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

F  Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

F  Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

F  Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

F  Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

F  Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F  Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

F  Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

F  Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

F  Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

F  Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;

F  Membantu menyelesaikan masalah;

F  Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;

F  Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

F  Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

F  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa

F  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

 

C. Kegiatan Penutup

        Dalam kegiatan penutup, guru:

F  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;

F  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

F  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

F  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

F  menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

 

  1. 5.       Sumber belajar
    1. Buku teks yang relevan .
    2. CD / kaset
    3. Script percakapan dan/atau rekaman percakapan
    4. Gambar-gambar yang relevan
  2. 6.       Penilaian

Indikator Pencapaian Kompetensi

Teknik Penilaian

Bentuk Instrumen

Instrumen/ Soal

  1. Merespon ungkapan meminta, memberi, menolak jasa
  2. Merespon ungkapan meminta, memberi, menolak barang
  3. Mengakui, mengingkari fakta
  4. Merespon ooooungkapan meminta dan memberi pendapat

 

Tes  lisan

 

 

 

Tes lisan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Merespon secara lisan

 

 

 

 

Pilihan ganda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Respond the following statement

A: Let me help you

B: ….

A: Can I have a bit?

B: ………..

 

Choose the right response

A: Did you break the glass?

B:…….

a. Yes, I did

b. I don’t know

c. I’m not sure

d. All right

 

Give your response

A: What do you think of my new dress

B:…………

 

 

  1. Instrumen:

Listen to the dialogue and fill in the blanks (listening script on listening 1 and pronunciation)

  1. A: _________________closed?

B: _________________o’clock.

  1. A: _________________closed?

B: _________________.

  1. A: _________________closed?

B: _________________.

  1. David: I like tennis very much

      __________________?

5.   Karen: Well, I _____________

              But football is my favourite sport.

David: Oh yes. ________________

  1. Pedoman Penilaian

1. Untuk tiap nomor, tiap jawaban benar skor 3

2. Jumlah skor maksimal  x 3 = 15             

3. Nilai maksimal = 10

4. Nilai Siswa =

  1. Rubrik Penilaian

Uraian

Skor

Isi benar, tata bahasa benar

Isi benar, tata bahasa kurang tepat

Isi dan tata bahasa kurang tepat

Tidak menjawab

3

2

1

0

 

 

 

Mengetahui;

Kepala Sekolah

 

 

(Drs.Bambang Suprihadi, SPd, MM. )

NIP /NIK :  …………………………

Pematangsiantar, 13 November 2012

 

Guru Mapel Bahasa Inggris,

 

 

         ( R.Saragih, SPd )

NIP /NIK :  …………………………

 

 

  1. Kesimpulan

Pada komponen-komponen RPP yang telah disebutkan di atas, ada 11 poin yang seharusnya dicantumkan pada pembuatan RPP. Namun, di dalam contoh RPP yang dilampirkan di atas, ditemukan bahwa banyak ketidaksesuaian antara keduanya. Mulai dari masalah urutan, sehingga ada poin yang hilang.

 

 

  1. IV.            Analisa Silabus
    1. Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.

Silabus berisikan komponen pokok yang dapat menjawab pertanyaan berikut.:

  1. Kompetensi yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran
  2. Kegiatan yang harus dilakukan untuk menanamkan / membentuk kompetensi tersebut
  3. Upaya yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik

Silabus bermanfaat sebagai pedoman sumber pokok dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, mulai dari pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian.

 

  1. Komponen-Komponen Silabus
  2. Identitas Silabus Pembelajaran
  3. Standar Kompentensi
  4. Kompetensi Dasar
  5. Materi Pembelajaran
  6. Kegiatan Pembelajaran
  7. Indikator Pencapaian Kompetensi
  8. Penilaian
  9. Alokasi Waktu
  10. Sumber Belajar

 

  1. Bentuk Umum Silabus

(Silabus dilampirkan pada halaman belakang.)

 

  1. Kesimpulan

                    Pada komponen silabus di atas, hanya terdapat 9 komponen pada silabus. Namun, di dalam silabus yang dilampirkan, ada 10 komponen yang ditemukan, yaitu yang terletak pada table terakhir yang ada di paling kanan silabus, tabel Karakter.

ELTC Kak AYA

ANALISIS RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 SMP N 2 KOTA SOLOK DAN SMP N 5 KOTA PADANG

 

Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester Ganjil

Mata Kuliah English Language Teaching Curriculum (ELTC)

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh:

Zahra Nuraysi

12245/2009

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INGGRIS

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2012

 

  1. 1.    Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.

Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan ke­giatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun  RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah penjabaran silabus yang menggambarkan rencana prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi. Rencana Proses Pembelajaran (RPP) digunakan sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan.

  1. 2.    Komponen – komponen yang terdapat didalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RPP disusun untuk setiap Kompetensi Dasar  yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Komponen utama RPP adalah tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

Komponen RPP adalah:

–          Mencantumkan Identitas

Identitas disini terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.

Hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
  2. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan)
  3. Indikator merupakan => (a) ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar; (b) penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan; (c) dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah; (d) rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi; (e) digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
  4. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 35/40/45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.   

–          Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh :
Kegiatan pembelajaran: “menggunakan ekspresi ketika meminta maaf”. Maka tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat:

ü  Mampu menyebutkan ekspresi minta maaf

ü  Mampu merespon ketika ada orang lain yang meminta maaf

 

Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.

–          Menentukan Materi Pembelajaran

Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.
–    Menentukan Metode Pembelajaran

Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:

a.       Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.

b.      Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, kooperativ learning, e-learning dan sebagainya.

–          Menetapkan Kegiatan Pembelajaran

Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:

ü  Kegiatan Pendahuluan  (10% dari Total Alokasi Waktu )

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan   materi yang akan dipelajari
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai dengan silabus.

 

ü  Kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi). (75% dari Total Alokasi Waktu)

 

ü  Kegiatan Penutup

–          Memilih Sumber Belajar

Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.
Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.

–          Menentukan Penilaian

Penilaian dijabarkan atas:
a.teknik penilaian,
b. bentuk instrumen, dan
c. instrumen yang dipakai yang beris rubrik penilaian

  1. 3.    Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMPN 2 Kota Solok kelas VII semester 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama sekolah                     : SMP N 2 Kota Solok

Mata pelajaran                    : Bahasa Inggris

Kelas / Semester                 : VII / 1

Standar Kompetensi           : 3. mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat

Kompetensi Dasar                          : 3.1 mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional ( to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) dengan menggunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima

Jenis Teks                           : transactional/ interpersonal

Tema                                   : introductory chapter and family life

Aspek / skill                        : berbicara

Alokasi waktu                    : 4×40” (2xpertemuan)

 

  1. Tujuan pembelajaran

Pada akhir pembelajaran , siswa dapat merespon makna dalam:

  • Tanya jawab tentang nama orang, jalan, dan benda serta cara pengejaannya
  • Menceritakan kegiatan dalam gambar secara lisan
  • Menjawab pertanyaan sesuai keterangan yang tersedia
  • Menjawab pertanyaan yang sesuai dengan keterangan dalam gambar

Karakter siswa yang diharapkan:

  1. Dapat dipercaya
  2. Rasa hormat dan perhatianawab
  3. Tekun
  4. Tanggung jawab
  5. berani
  6. Materi pembelajaran
    1. Recalling Vocabulary (halaman 2)
  • Angka
  • Game: nomor telepon
  • Group work: menukar nomor telepon
  1. Communication Practice (halaman 6, 40, 41, 43, 62)
  • Game: who are you
  • Gambar dan nama alat – alat musik
  • Tanya jawab tentang pengejaan nama depan dan belakang
  • Tanya jawab tentang pengejaan nama nama jalan, tempat (alamat)
  • Tanya jawab tentang pengejaan kegiatan sehari – hari berdasarkan gambar
  • Gambar dan nama benda untuk hadiah ulang tahun
  1. Grammar Practice (halaman 8, 9, 10)
  • Penjelasan tentang i am, you are, it is dan latihan
  • Penjelasan tentang pronoun I, you , it dan latihan
  • Penjelasan tentang bentuk jawaban singkat dan latihan
  • Penjelasan tentang kata ganti milik my and your
  1. Developing Oral Skills (halaman 48, 58)
  • Daftar pertanyaan wawancara
  • Rekaman, gambar kegiatan sehari – hari
  • Contoh tanya jawab dalam pair work
  1. Metode pembelajaran : three phase technique
  2. Langkah – langkah kegiatan

Pertemuan pertama dan kedua:

  1. Kegiatan pendahuluan:

Apersepsi: tanya jawab tentang ulang tahun siswa

                  Tanya jawab nama nama hadiah ulang tahun

Motivasi: menjelaskan pentingnya materi yang akan dipelajari berikut kompetensi yang harus dikuasai siswa

  1. Kegiatan inti

EKSPLORASI
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

a.       melibatkan siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

b.      menyebutkan angka angka dalam bahasa inggris

c.       memfasilitasi terjadinya interaksi antarsiswa serta antara siswa dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya;

d.      melakukan game tentang nomor telepon dan game who are you

e.       menyebutkan nama alat musik dan nama hadiah ulang tahun

f.    menceritakan kegiatan sehari – hari berdasarkan gambar secara lisan

g.    mendengarkan penjelasan tentang grammar dan mengaplikasikannya

h.   melakukan wawancara secara berpasangan dan merekamnya

i.    melakukan tanya jawab dalam pair work

ELABORASI
Dalam kegiatan elaborasi, guru:

a.       membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

b.      memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

c.       memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut;

d.      memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

e.       memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

f.       memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis secara individual maupun kelompok;

g.      memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja secara individual maupun kelompok.

h.      memfasilitasi siswa melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

i.   memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri siswa.

KONFIRMASI
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

a.       memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa;

b.      memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber;

c.       memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan;

d.      memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

e.       berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;

f.       membantu menyelesaikan masalah;

g.      memberi acuan agar siswa dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;

h.      memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh; dan

i.        memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

  1. Kegiatan Penutup
    Dalam kegiatan penutup, guru:
  2. bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
  3. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
  4. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  5. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar siswa;
  6. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
  7. Sumber belajar
  • Buku teks yang relevan: kaset / CD
  • Narasumber, Kaset/CD
  • Script or rekaman percakapan
  • Gambar – gambar yang relevan
  1. Penilaian

Indikator dalam pencapaian

Teknik penilaian

Bentuk instrumen

Instrumen/ soal

Mengungkapkan berbagai tindak tutur:

  1. Menyapa yang belum dan sudah dikenal
  2. Memperkenalkan diri sendiri /orang lain
  3. Memerintah / melarang

 

 

 

Unjuk kerja

Unjuk kerja

 

Unjuk kerja

 

 

Tanya jawab

 

Bermain peran

 

Bermain peran

  1. Ask and answer your friend based on the picture
  2. Perform the dialog in front of the class!
  3. Work in pairs
    1. Give instructions
    2. Does the instructions and respond

 

  1. Pedoman penilaian

Jumlah skor maksimal keseluruhan 25

Nilai siswa = skor maksimal x 4

                  10

  1. Rubrik penilaian

Element

Score

pronounciation

5

delivery

10

performance

10

 

  1. Standards of pronounciation

Excellent

5

Very good

4

Good

3

Average

2

Poor

1

  1. Standard of delivery and performance

Excellent

10

Very good

9

Good

8

Average

7

Poor

6

 

Mengetahui                                                                             Solok, juni 2012

Kepala SMP N 2 Kota Solok                                                 Guru Mapel Bahasa Inggris

 

 

 

Drs. AMRI YULIS, MM                                                      HELMI IRAWATI, M.pd

NIP. 196410221990031004                                                               NIP. 1976092420050012007

  1. 4.    Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMPN 5 Kota Padang kelas VII semester 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Sekolah                  : SMP Negeri 5 Padang

Mata Pelajaran                   : Bahasa Inggris

Kelas/Semester                  : VII/1

Aspek                    : Berbicara

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

  1. Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

 

 

  1. Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat,

1.1  Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) yang mengunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur: meminta dan memberi informasi, mengucapkan terima kasih, meminta maaf dan mengungkapkan kesantunan.

 

2.1     Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) yang mengunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur: meminta dan member informasi, mengucapkan terima kasih, meminta maaf dan mengungkapkan kesantunan.

 

Indikator Pencapaian Kompetensi

Tujuan Pembelajaran

 

1.  Dapat memahami pentingnya intonasi, tekanan dan pronunciation yang tepat dalam speaking

2.  Dapat memproduksi intonasi dan pronunciation yang benar

3.  Dapat membaca dialog dengan menggunakan intonasi dan pronunciation yang benar

4.  Dapat menampilkan dialog tadi dengan lancar di depan kelas

Pada akhir pembelajaran siswa diharapkan dapat:

  1. memahami pentingnya intonasi, tekanan dan pronunciation yang tepat dalam speaking
  2.  memproduksi intonasi dan pronunciation yang benar
  3. membaca dialog dengan menggunakan intonasi dan pronunciation yang benar
  4.  menampilkan dialog tadi dengan lancar di depan kelasswa dapat mendengarkan sebuah dialog untuk mendapatkan informasi dan menjawab pertanyaan.

 

Siswa dapat merespon ungkapan meminta dan memberi informasi.

  1. A.     Materi Ajar
    1. Ungkapan meminta informasi
      1. What is your name?
      2. Where do you live?
      3. Ungkapan memberi informasi
        1. My name is Taylor
        2. I live at Manhattan Street number 5

Alokasi Waktu      : 5 x 40 menit

Beban Belajar

Waktu

Bentuk Kegiatan/Tugas

TM

80 menit

 

 

 

120 menit

 

 

Untuk memperkaya kosakata yang berhubungan dengan tema dalam kegiatan mendengarkan dapat merespon ungkapan meminta dan memberi informasi.

Menjawab pertanyaan berdasarkan audio yang diberdengarkan.

Merespon ungkapan meminta dan memberi informasi.

Dalam kegiatan berbicara dapat mengungkapkan ungkapan kesantunan.

PT

 

 

KMTT

 

Diberikan tugas/PR sesuai dengan tema dalam bentuk situasi yang lain.

  1. B.     Metode Pembelajaran/Teknik: Communicative Language Teaching (CLT)

 

  1. C.     Langkah-langkah Kegiatan

 

Kegiatan

Nilai Karakter

Waktu

  1. A.     Pendahuluan

 

2 x 10’

  • Apersepsi
  1. Salam dan tegur sapa.
  2. Guru menunjukkan sebuah video kepada siswa.
  3. Guru menanyakan kepada siswa, “what do you see in the video?”
  4. Siswa diminta menjelaskan apa yang ditemukannya pada gambar.

 

  1. Imtaq.
  2. Kepedulian Sosial.
  3. Kesopanan.

 

  • Motivasi
  1. Guru meminta  salah satu siswa untuk maju kedepan dan memintanya menjelaskan apa yang ditemukannya pada video.
  2. Guru meminta siswa yang lain menjelaskan video.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

 

  1. Percaya diri.
  2. Keaktifan.

 

  1. B.     Inti

 

3 x 55’

  • Eksplorasi
  1. Guru membahas kosakata tentang bertanya dan memberikan informasi.
  2. Guru menanyakan kapan saja orang meminta dan memberikan informasi.
  3. Guru menanyakan kapan digunakan kata “which way to post office”.

 

  1. Kerja sama.
  2. Rasa ingin tahu.

 

  • Elaborasi
  1. Guru memberdengarkan audio pada siswa.
  2. Siswa diminta menjawab pertanyaan dan melengkapi teks rumpang.
  3. Guru dan siswa mendiskusikan materi asking for and giving for information.
  4. Guru memberikan dialog rumpang.
  5. Siswa mengerjakan tugas berpasangan.
  6. Siswa melengkapi dialog sambil mendengarkan audio.
  7. Guru dan siswa mendiskusikan jawaban bersama.

 

  1. Kerjasama.
  2. Jujur.
  3. Saling menghargai.
  4. Kreatif

 

  • Konfirmasi
  1. Siswa mengucapkan ungkapan bertanya dan memberi informasi.
  2. Siswa merespon terhadap apa yang diucapkan guru.
  3. Guru memeriksa hasil kerja siswa.

 

  1. Keberanian.
  2. Kreativitas.
  3. Komunikaatif.
  4. Kerjasama.
  5. Sosial.

 

 

  1. C.     Penutup

 

2 x 15’

  • Kesimpulan

Guru dan siswa menyimpulkan materi pelajaran.

 

  1. Kerjasama.
  2. Komunikatif.

 

  • Refleksi

Guru memberikan post test.

 

 

  • Tindak lanjut

Guru memberikan tugas rumah kepada siswa.

 

 

 

  1. D.     Alat dan Sumber Belajar

Buku paket modul, buku Smart Steps, LKS bahasa Inggris, kamus, powerpoint, infocus, dan alat-alat tulis.

  1. E.     Penilaian

 

No.

Soal

Kunci

Bobot

Skor

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

  1. How many people are there in the conversation?
  2. What happen to the woman in the conversation?
  3. What is the woman looking for?
  4. Does the mn know bout the place?
  5. Is that place far?
  6. What did the woman say to ask about direction?
  7. Where does the woman have to go first?
  8. How many blocks that woman must be passed?
  9. Does the woman understand about the information from the man?
  10. Where is the state house? Is it on the right or on the left?

 

 

  1. What was the man looking for?
    1. Police station
    2. Library
    3. Hotel
    4. market
    5. after go down the street, where must the man go next?
      1. Turn right
      2. Turn left
      3. Across the road
      4. Go straight
      5. Where is the location of the police station?
        1. Before supermarket
        2. Infront of supermarket
        3. Before laundry mark
        4. After laundry mark

 

Man: do you know where the nearest (1) … is?

Woman: yes, walk down that street and take the turn (2) … , then walk pass the (3) …and the supermarket. It would be on your (4) … it is next to (5)

 

  1. 2 people
  2. She is lost
  3. The Capitol
  4. Yes, he does
    1. I’m looking for the capitol, is it far?
    2. Not far at all
    3. Go along Beakin street
    4. 2 blocks
    5. Yes, she does
    6. On the left.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. A
  2. A
  3. C

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Police station
  2. Right
  3. Bank
  4. Right
  5. laundrymate

 

 

Mengetahui                                                                             Padang , september 2012

Kepala SMP N 5 Kota Padang                                              Guru Mapel Bahasa Inggris

 

 

HASLINDA. S.PD. MM                                                      HJ. ROSRIANA. S.PD

NIP. 19600509198302 2 003                                                NIP. 1971106 199103 2 008 

 

 

Tabel Perbandingan Kedua Rpp dari SMP N 2 Kota Solok dan SMP N 5 Kota Padang

Kelas VII / 1

No

Komponen yang dibandingkan

SMPN 2 Kota Solok

SMPN 5 Kota PAdang

1

Identitas

ü  Pada RPP ini tertulis lengkap semua identitas yang harus di buat seperti: nama sekolah, mata pelajaran, kelas/ semester, SK,KD, jenis teks, tema, aspek or skills, dan alokasi waktu. Jadi

ü  Adanya perbedaan alokasi pada satu materi. Alokasi waktu tergantung dari kemampuan dasar siswa

ü  Identitas yang ada dalam RPP ini cukup lengkap tetapi mungkin lebih baik lagi didalam identitasnya juga disebutkan tema dan jenis teks yang akan dipelajari anak. Dengan ditentukannya tema maka materi yang akan kita ajarkan tidak mengambang karna telah ada temanya. Seperti , family, school or etc

ü  Selain itu, mungkin alokasi waktu di masukkan didalam identitas bukan pada materi ajar.

2

Tujuan pembelajaran

Kalau pada RPP ini tujuan dari pembelajaran yang harus dicapai siswa adalah siswa harus mampu mengaplikasikan, menyebutkan, dan bisa berkomunikasi secara aktif tentang pelajaran yang dia pelajari

Sedangkan pada RPP ini yang merupakan tujuan akhir dari pembelajarannya adalah pronounciation siswa. Siswa harus mampu memahami dan memproduksi intonasi, tekanan dan pengucapan or pronounciation yang benar  ketika berbicara atau melakukan dialog

3

Materi pembelajaran

Materi pelajaran yang ada pada RPP ini cukup bagus karna selain mengembangkan kemampuan berbicara, dalam materinya juga tercakup pengembangan vocabulary , grammar dan anak juga diberi kesemptan untuk mempraktekkan kemampuannya secara komunikatif

Materi yang akan dipelajari anak terlalu sedikit dan yang menjadi materinya pun terlalu mudah cuma introduce your self. Mungkin lebih baik ditambah lagi sehingga kegiatan belajar menjadi lebih bermutu, attraktif sehingga bisa mengembangkan pengetahuan dan kreatifitas anak. Selain itu juga akan menggali rasa ingin tahu anak tentang materi yang mereka pelajari. Mereka tidak hanya monoton.

4

Metode pembelajaran

Pada  RPP ini menggunakan strategi three phase technique (pre, whilts, post). Mungkin lebih baik bagi guru tersebut untuk mengubah metode nya karna technique three phase (pre, whilts, post ) itu sudah lama dan mungkin tidak terlalu cocok. Akan lebih baik memakai teknik CLT karna itu lebih sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa. Dengan menggunakan teknik ini diharapkan siswa mampu lebih komunikatif dalam pembelajaran dan ketika menerapkannya.

Metode atau strategi yang dipilih

Sudah cukup baik

5

Langkah langkah kegiatan

Pada kegiatan inti ada 3 step

Eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

Mungkin lebih baik game yang ada pada step EKSPLORASI dipindahkan pada kegiatan penutup. Selain itu, mungkin juga lebih baik jika kegiatan dalam eksplorasi dikurangi karna terlalu banyak kegiatan sehingga bisa membuat anak menjadi jenuh dan bosan terlalu banyak tugas dan kegiatan

Kegiatan pembelajarannya sudah bagus.

6

Sumber belajar

Sebaiknya di berikan tambahan media seperti menggunakan infocus or power point ketika belajar sehingga anak menjadi lebih bersemangat dan tidak membuat mereka bosan. Selain itu juga sumber belajarnya kalu bisa diperkaya dengan video agar lebih menarik bagi siswa

Sumber dan alat yang digunakan dalam  belajar sudah baik tapi kalu masih bisa ditambah lagi dengan memberikan potongan potongan video yang authentic yang memakai atau menggunakan ekspresi yang sedang mereka pelajari.

7

Penilaian

ü  Instrumen yang akan digunakan dalam penilaian mungkin lebih di variasikan lagi. Jangan hanya role play and interview saja.

 

ü  Tetapi pedoman penilaian yang dibuat bagus sekali sehingga dalam melakukan penilaian kita bisa mempedomani rubrik tersebut.

Mungkin lebih baik instrumen soal nya di perbanya lagi karna tujuan dari pembelajaran ini anak bisa memahami pentingnya intonasi , dan pronounciation yang benar. Jadi, mungkin dalam penilaiannya lebih banyak dilakukan dalam bentuk praktek dialog.

 

Selain itu juga perlu ditambahkan pedoman dan rubrik penilaiannya.

 

KESIMPULAN

Kedua RPP yang dibandingkan diatas lebih baik di perbaiki untuk RPP berikutnya untuk melengkapi kekurangan – kekurangan, agar dalam proses belajar mengajar menjadi lebih baik lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                         

 

 

 

EveryWhere in 5th Semester ..

Ada Si Pitunk Jablay .. Randy Lebay .. dan Fajri AHOL .. wakakaka

Pattern in Reading

Get it and leave a comment !! 😀

 

Kinds of Patterns in Paragraphs and Articles

  1. A.   Chronological Order

Chronological order is a method of organization in which actions or events are presented as they occur (or occurred) in time.

 

  1. Paragraph

Christmas Afternoon
Done in the Manner, If Not the Spirit, of Dickens

By Robert Benchley

What an afternoon! Mr. Gummidge said that, in his estimation, there never had been such an afternoon since the world began, a sentiment which was heartily endorsed by Mrs. Gummidge and all the little Gummidges, not to mention the relatives who had come over from Jersey for the day.

In the first place, there was the ennui. And suchennui as it was! A heavy, overpowering ennui, such as results from a participation in eight courses of steaming, gravied food, topping off with salted nuts which the little old spinster Gummidge from Oak Hill said she never knew when to stop eating–and true enough she didn’t–a dragging, devitalizing ennui, which left its victims strewn about the living-room in various attitudes of prostration suggestive of those of the petrified occupants in a newly unearthed Pompeiian dwelling; an ennui which carried with it a retinue of yawns, snarls and thinly veiled insults, and which ended in ruptures in the clan spirit serious enough to last throughout the glad new year.

Then there were the toys! Three and a quarter dozen toys to be divided among seven children. Surely enough, you or I might say, to satisfy the little tots. But that would be because we didn’t know the tots. In came Baby Lester Gummidge, Lillian’s boy, dragging an electric grain-elevator which happened to be the only toy in the entire collection that appealed to little Norman, five-year-old son of Luther, who lived in Rahway. In came curly-headed Effie in frantic and throaty disputation with Arthur, Jr, over the possession of an articulated zebra. . . . In came Fonlansbee, teeth buried in the hand of little Ormond, who bore a popular but battered remnant of what had once been the proud false bosom of a hussar’s uniform. In they all came, one after another, some crying, some snapping, some pulling, some pushing–all appealing to their respective parents for aid in their intramural warfare.

And the cigar smoke! Mrs. Gummidge said that she didn’t mind the smoke from a good cigarette, but would they mind if she opened the windows for just a minute in order to clear the room of the heavy aroma of used cigars? Mr. Gummidge stoutly maintained that they were good cigars. His brother, George Gummidge, said that he, likewise, would say that they were. At which colloquial sally both Gummidge brothers laughed testily, thereby breaking the laughter record for the afternoon.

 

  1. Essay

Camping Out

by Ernest Hemingway

Thousands of people will go into the bush this summer to cut the high cost of living. A man who gets his two weeks’ salary while he is on vacation should be able to put those two weeks in fishing and camping and be able to save one week’s salary clear. He ought to be able to sleep comfortably every night, to eat well every day and to return to the city rested and in good condition.

But if he goes into the woods with a frying pan, an ignorance of black flies and mosquitoes, and a great and abiding lack of knowledge about cookery, the chances are that his return will be very different. He will come back with enough mosquito bites to make the back of his neck look like a relief map of the Caucasus. His digestion will be wrecked after a valiant battle to assimilate half-cooked or charred grub. And he won’t have had a decent night’s sleep while he has been gone.

He will solemnly raise his right hand and inform you that he has joined the grand army of never-agains. The call of the wild may be all right, but it’s a dog’s life. He’s heard the call of the tame with both ears. Waiter, bring him an order of milk toast.

In the first place he overlooked the insects. Black flies, no-see-ums, deer flies, gnats and mosquitoes were instituted by the devil to force people to live in cities where he could get at them better. If it weren’t for them everybody would live in the bush and he would be out of work. It was a rather successful invention.

But there are lots of dopes that will counteract the pests. The simplest perhaps is oil of citronella. Two bits’ worth of this purchased at any pharmacist’s will be enough to last for two weeks in the worst fly and mosquito-ridden country.

Rub a little on the back of your neck, your forehead and your wrists before you start fishing, and the blacks and skeeters will shun you. The odor of citronella is not offensive to people. It smells like gun oil. But the bugs do hate it.

Oil of pennyroyal and eucalyptol are also much hated by mosquitoes, and with citronella they form the basis for many proprietary preparations. But it is cheaper and better to buy the straight citronella. Put a little on the mosquito netting that covers the front of your pup tent or canoe tent at night, and you won’t be bothered.

To be really rested and get any benefit out of a vacation a man must get a good night’s sleep every night. The first requisite for this is to have plenty of cover. It is twice as cold as you expect it will be in the bush four nights out of five, and a good plan is to take just double the bedding that you think you will need. An old quilt that you can wrap up in is as warm as two blankets.

Nearly all outdoor writers rhapsodize over the browse bed. It is all right for the man who knows how to make one and has plenty of time. But in a succession of one-night camps on a canoe trip all you need is level ground for your tent floor and you will sleep all right if you have plenty of covers under you. Take twice as much cover as you think that you will need, and then put two-thirds of it under you. You will sleep warm and get your rest.

When it is clear weather you don’t need to pitch your tent if you are only stopping for the night. Drive four stakes at the head of your made-up bed and drape your mosquito bar over that, then you can sleep like a log and laugh at the mosquitoes.

Outside of insects and bum sleeping the rock that wrecks most camping trips is cooking. The average tyro’s idea of cooking is to fry everything and fry it good and plenty. Now, a frying pan is a most necessary thing to any trip, but you also need the old stew kettle and the folding reflector baker.

A pan of fried trout can’t be bettered and they don’t cost any more than ever. But there is a good and bad way of frying them.

The beginner puts his trout and his bacon in and over a brightly burning fire; the bacon curls up and dries into a dry tasteless cinder and the trout is burned outside while it is still raw inside. He eats them and it is all right if he is only out for the day and going home to a good meal at night. But if he is going to face more trout and bacon the next morning and other equally well-cooked dishes for the remainder of two weeks he is on the pathway to nervous dyspepsia.

 

  1. Article

Computer-Aided Control Technology

The story of computer-aided control technology is inextricably entwined with the modern history of automation. Automation in the first half of the twentieth century involved (often analog) processes for continuous automatic measurement and control of hardware by hydraulic, mechanical, or electromechanical means. These processes facilitated the development and refinement of battlefield fire-control systems, feedback amplifiers for use in telephony, electrical grid simulators, numerically controlled milling machines, and dozens of other innovations.

Computational control in the decades before the 1950s usually meant cybernetic control involving automatic, closed-loop mechanisms. Massachusetts Institute of Technology (MIT) mathematician Norbert Wiener, who derived the word cybernetics from the Greek word for ‘‘steersman,’’ considered the discipline—a direct forebear of the modern discipline of computer science—to be a unifying force created by binding together the theory of games, operations research, logic, and the study of information and automata. Wiener declared human and machine fundamentally interchangeable:

‘‘[C]ybernetics attempts to find the common elements in the functioning of automatic machines and of the human nervous system, and to develop a theory which will cover the entire field of control and communication in machines and in living organisms.’’ [Wiener, 1948].

Industrial, corporate, and government interest in fully electronic computer-aided control technology grew dramatically in the 1950s as access to electronic mainframe computers and transistor technology became more readily available. Indeed, information processing and computer programming emerged from the decade as virtual synonyms for control. In 1956, for instance, American Edmund Berkeley—editor of the journal Computers and Automation and founder of famed New York robotics company Berkeley Enterprises—defined control as the method by which one might ‘‘direct the sequence of execution of the instructions to a computer.’’

Increasingly, computer control technology exploited open-loop systems, where a set of hardwired commands or programmed instructions are executed in service to a predefined goal rather than uninterrupted governance. American information technology management pioneer John Diebold explained in 1952 that realizing a truly automatic factory required ‘‘a machine that, once set up, performs a series of individual computations or steps in the solution of a problem, without further human intervention.’’

Engineers touted the many advantages of computer hardware and increasingly soft-ware solutions in batch and continuous control operations, including the separation of function from material extension, mass fabrication, programmability, and flexibility. In the 1950s, computer controls found their way onto automobile assembly lines, railroad freight-sorting yards, and      foundry grounds and into applications as various as packaging machines, furnace dampers, and iron-lung regulators. Early in this decade the Arma Corporation, an American Armed Forces contractor, introduced programmable machine tool automation—often referred to as numerical control or N/C—with its Arma-Matic lathe system. Later in the decade the Unimation (‘‘Universal Automation’’) Company designed a programmable robot used to pull hot die-cast automobile parts out of their molds. In 1959 TRW and Texaco in Port Arthur, Texas, achieved one of the earliest installations of digital online process control in industry for the purpose of petrochemical catalytic polymerization.

In the 1960s computer control grew in importance in contexts beyond industrial production and logistics: office management, banking, air traffic control, passenger reservations, and biomedical diagnostics. The movement of computer control technology into previously sacrosanct workplace domains precipitated an outpouring of both positive and negative emotion. Among the ambiguous sets of social and cultural dilemmas weighed carefully during the control revolution of the late twentieth century were prospects for deskilling versus the pursuit of higher intellectual achievements; potential for mass unemployment versus information technology manpower shortages; increased managerial power versus decentralization of control; and inflexible working conditions versus profound achievements in workplace safety. In the late 1960s and throughout the 1970s computer and cognitive scientists began experimenting with expert control systems, including neural networks, fuzzy logic, and autonomous and semiautonomous robots. Artificial neural Networks incorporate an array of parallel-distributed processors and sets of algorithms and data operating simultaneously—presumably emulating human thought processes. The history of neural Networks extends back to the cybernetic gaze of Wiener and the construction of the so-called McCulloch–Pitts neuron. This neural model, laced together with axons and dendrites for communication, represented a total cybernated system akin to the control processes of the human brain. Its namesake was derived from its American developers, the neurophysiologist Warren McCulloch and the mathematical prodigy Walter Pitts. Pitts in particular saw in the electrical discharges meted out by these devices a rough binary equivalency with the electrochemical neural impulses released in the brain. Thus it was but a short step from artificial to animal control and communication. Fuzzy logic emerged at roughly the same time as neural network theory. The fuzzy concept—which allowed for intermediate degrees of truth rather than simple binary control—was first proposed by University of California, Berkeley computer scientist Lotfi Zadeh in 1965. Zadeh derived the idea from his study of imprecise human linguistics. Fuzzy logic is now usually subsumed under the artificial intelligence niche of subsymbolic artificial intelligence, and better known as ‘‘soft computing.’’ Soft computing seeks control of haphazard, imprecise, and uncertain operations to form consensus opinions and make ‘‘semiunsupervized’’ decisions. Soft computing, a discipline still in its infancy, is currently focused on several areas of application, including computer-integrated manufacturing, computer-aided design, image processing, handwriting recognition, power system stabilization, and decision support. In the 1980s a ‘‘long winter’’ of greatly reduced federal funding descended on artificial intelligence research—including neural networks and fuzzy logic. Despite this, the 1980s and 1990s witnessed a general renaissance in robotic computer-aided control. The twentieth-century pursuit of robotic incarnations of the control process extends back to Karel Cˇ apek’s fictional play R.U.R. (Rossum’s Universal Robots). In the 1950s, Berkeley began creating hundreds of ‘‘Robot Show-Stoppers,’’ playful mechanical creations with electronic brains. Among them were Squee, a robot squirrel that gathered tennis ball ‘‘nuts,’’ and James, an android department store greeter. Control of Berkeley’s robots was achieved using mechanical relays, phototubes, contact switches, drive motors, and punched paper tape. Robots developed in the next decade included sophisticated tactile sensors and embedded heuristic programming simulating the rule-of-thumb reasoning of human beings. Throughout the twentieth century enthusiasts and critics hotly debated the merits of intelligent robot control in human societies. By 1970 professional roboticists began turning away from robot control and toward robot assistance. Robots— including those acting at a distance (telerobotics)— remained firmly tethered to their human masters. Examples of semiautonomous robots of the last two decades of the twentieth century include the Martian rovers developed by the National Aeronautics and Space Administration’s (NASA’s) Jet Propulsion Laboratory and TOMCAT (teleoperator for operations, maintenance, and construction using advanced technology), which repairs high-voltage power lines without service interruptions.

 

  1. B.   Comparison-Contrast

Comparison-contrast is the process of showing how things are alike; a contrast is the process of showing differences.

 

  1. Paragraph

THE LUCKY ME

I have good news this week. I moved to a new apartment. It’s located in the down town. Of course it’s better than the old one because I lived in suburb before. I found it after I looked for a long time. And finally I get it now. I think the room in my new apartment  is not big enough. As we know, there no space available in downtown to build a big apartment. So, it must build with efficiently. Actually I live in fifth floor of ten floor offered. But I feel my new apartment is just as convenient as house because it’s easy to access to anywhere. We can use lift to first floor only in a moment. Further more, It is more comfortable than before because it is a complete apartment for me. I can use home theatre, AC, number quality household things, and I can get online just in my room with wireless and wi-fi. Next, my new apartment has more rooms inside. Such as bed room, living room, kitchen and bathroom.

Beside I tell  above, my new apartment unfortunately more secure than before. As we know, live in downtown is more safely than live in suburb. There are many police officers patrol around a night. It’s different situation when live in suburb. The night is afraid. Because much criminals do in midnight. So, every people must be careful. And I hope I will get a quiet night when I sleep. Other thing in my new apartment is about parking space. It located in under the floor and in front of building. I think it’s huge than before. Because many cars can park in there. Finally, it’s all above enough to describe how lucky me.

 

  1. Essay

I, Robot

 

`Although writers like Eando Binder and Lester DEL REY had already written stories about benevolent, almost human robots, it would be Isaac ASIMOV who would set the criteria for most future robot stories with his series about U.S. Robotsand Mechanical Men, which began in the 1940s and continued intermittently throughout most of his career. Asimov himself stated that the series was designed specifically to counter the image of robots as a version of Frankenstein’s monster. The best of 193 I the earlier robot stories appeared as I, Robot (1950) and The Rest of the Robots (1964), but it was that first volume that established the standards for all future robot stories, and also established the Three Laws, a device that Asimov freely made available to other writers.

The Three Laws of Robotics are, roughly, as follows: First, robots cannot injure a human being either through direct action or failure to act in their defense. Second, robots must obey the orders of human beings unless those orders conflict with the first law. And third, robots must protect their own existence except where that would conflict with either of the first two laws. The codified rules were spelled out in the short story “Liar!” (1941), which was included in I, Robot. The book consists of an episodic series of stories about the development of the company that first manufactured robots. While some of the stories share characters, the most dominant of whom is Susan Casper, a robot scientist, it is more of a constrained future history than a consistent series. Most of the stories paradoxically involve a logical problem, a situation in which a robot somehow acts in apparent violation of the Three Laws or is prevented from acting because of contradictions among the laws that overwhelm its ability to make a decision.

Many years later, Roger MacBride ALLEN would revisit the Three Laws in a series of novels, with Asimov’s permission, and refine them to deal with some of the contradictions. The first of these, Caliban (1993), proposed the alternate laws that make an interesting contrast to Asimov’s original conception. The Robot City series by various authors appeared during the 1980s, chronicling the history of a group of Asimovian robots who founded their own civilization on a remote world. Isaac Asimov forever changed the way science fiction authors would portray robots, and perhaps the way people in general think about them as well.

 

  1. Article

 

National Aeronautics and Space Administration

 

(NASA) US national aeronautics and space agency, with overarching responsibility for American civilian aerospace exploration and associated scientific and technological research. NASA was created in 1958, following the USSR’s success with SPUTNIK, and inherited the work of the National Advisory Committee for Aeronautics (NACA) and other government organizations. It began working almost immediately on human spaceflight, and managed the successful MERCURY and GEMINI projects before embarking on the APOLLO lunar landing programme. After the SKYLAB missions and the joint Apollo–Soyuz Test Project in the 1970s came the SPACE SHUTTLE programme, starting in 1981, and today’s INTERNATIONAL SPACE STATION.

NASA’s unmanned space projects are no less well known. Scientific probes such as PIONEER, VOYAGER, VIKING, MARS PATHFINDER and MARS GLOBAL SURVEYOR have explored the planets, while orbiting observatories such as the HUBBLE SPACE TELESCOPE and the CHANDRA X-RAY OBSERVATORY have sharpened our view of the Universe. The agency has also managed landmark projects in communications and terrestrial remote sensing.

The headquarters of NASA are in Washington, D.C., and the agency operates a large number of specialist facilities. They include the AMES RESEARCH CENTER, the GLENN  RESEARCH CENTER, the GODDARD SPACE FLIGHT CENTER, the JET PROPULSION LABORATORY, the JOHNSON SPACE CENTER, the KENNEDY SPACE CENTER, the LANGLEY RESEARCH CENTER and facilities such as the Hugh L. Dryden Flight Research Center, the Marshall Space Flight Center and the White Sands Test Facility. NASA also maintains a number of DATA CENTRES and databases. Taken together, the remit of these facilities covers almost the full gamut of human scientific and technological endeavour. NASA itself has experienced periodic crises of confidence, ranging from the CHALLENGER disaster in 1986 to the loss of Mars Climate Orbiter in 1999. The agency has always responded by revising its policies and systems accordingly, and it is fair to say that it retains the enthusiastic support of most American taxpayers.

 

  1. C.    Cause – Effect

In this pattern, one item is showed as having produced another element.

 

  1. Paragraph

The Classroom Impacts the Student’s Score

 

Padang State University (UNP) is one of the greatest school in West Sumatra. It is unsurprising if many students want to study there. The recruitment of fresh student is increasing from time to time. Even the students are so many, but the rector still not care about the classroom. In fact, the classroom in UNP is still uncomfortable and it impacts for the student’s score.

 

  1. Essay

“All the Troubles in the World” Isaac Asimov (1958)

Although many writers anticipated the tend toward greater involvement of computers in everyday life, the internet and the advent of the personal computer did not take quite the course that most expected during the 1940s and 1950s. Like most of his peers, Isaac ASIMOV assumed that computers would become larger and more centralized. In “All the Troubles in the World,” Multivac, the computer that effectively runs the world’s government and economy in several of his stories, is so large that it virtually covers Washington, D.C. Although Asimov never describes how the world made the transition to rule by this benevolent machine, he hints that it was a logical decision based on some of the obvious advantages of an objective, sleepless intellect. Multivac evaluates so much input that it can make predictions with very high degrees of probability, anticipating crimes or shortages and preventing them. However, security and prosperity do not come cheaply. In order to ensure that Multivac has all the information it requires, every adult in the world must regularly interface with the machine, their personalities becoming just another array of data. Echoing The HUMANOIDS by Jack WILLIAMSON, Asimov describes a world in which we have exchanged privacy for safety. Not only are citizens protected from criminals, but the criminals are themselves protected from their own antisocial urges. But something has gone wrong. Technicians read a prediction they find so unnerving that they do not even tell their superiors, convinced it must be some kind of error. When an apparently innocent man is put under house arrest, his teenaged son, not old enough to be directly interfaced with Multivac, goes to the computer in search of answers.

The consequences almost result in the death of the computer itself, and subsequent investigation reveals the truth: Multivac has become self-aware, and it is weary of dealing with all the world’s problems and wishes to die. Computers and robots were invariably portrayed in science fiction as being superior to mere flesh and bone, but Asimov superimposed the suggestion of a human personality over his supercomputer. Multivac is a direct ancestor of Hal from 2001: A SPACE ODYSSEY, by Arthur C. CLARKE, and Harlie from WHEN HARLIE WAS ONE, by David GERROLD.

 

  1. Article

Bali and Lombok

 

Bali and Lombok are the best known of the holiday islands of Indonesia, and are readily accessible from Australia and Japan, their principal tourism markets. Bali is separated from Java to the west by only a narrow stretch of water, whereas Lombok to the east is more remote and less developed. Bali has a long-established reputation as a ‘tropical paradise’, where a seemingly gentle, artistic people live in harmony with their environment. However, with tourist arrivals exceeding 2 million a year in the late 1990s – compared to less than 30 000 in 1969 – it has become difficult to sustain this image. Unlike most of Indonesia, the two islands were relatively unaffected by the turmoil that followed the Asian financial crisis of 1997–98 and the troubles in East Timor. In fact, the fall in value of the rupiah against Western currencies meant that Bali became a value-for-money destination for many tourists. Lombok has benefited from Bali’s popularity, and tourism development has been rapid since the mid-1980s.

The events of ‘Black October’ 2002 dealt a severe blow to the Balinese economy, which had become over-dependent on tourism. Matters were made worse by the reaction of some Western governments to the threat of terrorism; Britain’s Foreign and Commonwealth Office, for example, issued an advisory against travel to the island, which was not lifted until June 2004. In the meantime, hundreds of craft workshops and other small tourism-related businesses had closed down through lack of orders, while hotel occupancy rates slumped far below the 50 per cent needed to cover operating costs. Many Balinese were forced to return to their farming villages in the face of widespread unemployment in the tourism sector.

Australians were the main victims of the bombings, and not surprisingly the fall in demand was greatest in the inclusive tour market catering for middle income Australians. The Japanese market was more resilient; this accounts for the largest number of tourist arrivals, but with a short length of stay averaging less than a week. Young Japanese tourists find the relaxed lifestyle of Bali a welcome escape from the social conventions and conformity prevailing in their own country. The backpacking youth travel market, and what might be called ‘five star’ tourism at the other extreme, already seem to be recovering from the crisis of 2002. Domestic tourism has increased, with the encouragement of the Indonesian government.

 

Enumeration

  1. Paragraph

Bus safety on the street

Bus safety in Padang is terrible, especially for the passengers and other vehicles. As we know, bus driver always drives people more than available capacity for a bus. It makes some passengers will not get seat and have to stand, even worst they stand in the stairs of the door. Out of capacity will make the bus so hot, it will make less comfortable for passengers. Other case is the safety for other vehicles. The bus drivers always drive with high speed and sometime under control. To pass another car, they usually do extremely with high speed and stop suddenly if they want to take the passenger up or down. As the matter of those facts, another cars are in danger on the street. From all those cases, we can say that the bus system in Padang is not a good choice for transportation on the road.

 

  1. Essay

 

Improve English Listening Skill

As students in English department, there is a subject called Listening. It is one of the primary subjects in study English. Many students find the difficulty in study listening because English is not their mother tounge. As an English students, they cannot view this point as their weakness because there is no tolerant if they want to be a good speaker. Actually, the key to get success in listening is more pratice. There are so many trainings that we can do, but there are some the best tips for improve listening English skill.

The easiest thing that we can do is listening to the English music. Everyone likes music. So, we will be easy to do that. First, find the lyrics and then try to memorize them. While listening to the music, try to sing it and enjoy it. Apart of sing a song, there are some words that we can get by looking up them. Of course it will add words for their vocabulary.

Other way to improve listening skill is watching English movie. Even there are subtitles available for some languages tried not to see them and it is better to write with subtitle your own ideas. After that, it will be good to check them whether they are true or false. Try it again and again with same movie, make sure that your own is resemble with the real one.

The next way to practice is doing online exam English. Nowadays, there are so many sites that offer program to do listening exam. They give some examines about listening, and then we can get the score for our answer. By doing this, we can know how far have we got in listening. In online pages also provide scripts of listening and key of question that can help us to correct our  mistake.

In short, there are so many ways to improve English listening skills. But, there are some the best tips to do. They are easy and enjoyable, but the important things that can make our listening better. First, we can listening to the English music. Try to find the lyrics and sing them. The second thing that we can do is watching English movie without look at the subtitle, but by using our own idea for the subtitle. The last thing is doing online exam. Even it is only a new thing, but it is much help to know how far our listening skill have we got.

  1. Article

What Is Tourism?

But what is travel and tourism? Do they fit this industry mould? To answer these questions we need to define a tourist and tourism. Clearly, there is confusion and controversy surrounding the definitions of travel and tourism. Are they the same or are tourists only seeking pleasure whereas travellers may also be on business? How far must one travel from home to be a tourist/traveller? Does paying for a room make one a tourist? . . . And so forth. From the viewpoint of economic development and/or economic impact, a visitor, nominally called a tourist, is someone who comes to an area, spends money, and leaves. We employ an economic framework to be comparable with the concept of ‘industry,’ which is an economic term. The reasons for the visit, length of stay, length of trip, or distances from home are immaterial.

Thus, we define a tourist as a person travelling outside of his or her normal routine, either normal living or normal working routine, who spends money. This definition of visitor/tourist includes:
• People who stay in hotels, motels, resorts, or campgrounds;
• People who visit friends or relatives;
• People who visit while just passing through going somewhere else;
• People who are on a day trip (do not stay overnight); and
• An ‘all other’ category of people on boats, who sleep in a vehicle of some sort, or who otherwise do not fit the above.

 

For purposes of this definition a resident (or someone who is not a tourist) is defined as a person staying longer than 30 days. Note that visitors/tourists can: • Be attending a meeting or convention;
• Be business travellers outside of their home office area; be on a group tour;
• Be on an individual leisure or vacation trip, including recreational shopping; or
• Be travelling for personal or family-related reasons.

 

In today’s world there are three problems with this definition:
1. Some people travel considerable distances to shop, especially at factory outlets. They may do so many times a year. They are difficult to measure. Technically they are not tourists; their shopping has become routine.
2. Some people maintain two residences—a winter home and a summer home. Their stay in either one usually exceeds one month and these people are not classified as tourists. Again, their travel is routine. However, short-stay visitors to their homes whether renting or not are tourists.

3. When people live in an area just outside of a destination and have friends or relatives visit them, how are these visitors classified when they visit the destination? Actually, the problem here is not whether they are tourists; those visiting friends or relatives clearly are. Rather, the question is which area gets the credit? Or, how should the people they are visiting be classified? Again, although measurement is difficult, the destination area should be credited for money spent therein.
Tourism, then can be viewed as:
• A social phenomenon, not a production activity;
• The sum of the expenditures of all travellers or visitors for all purposes, not the receipt of a select group of similar establishments; and
• An experience or process, not a product—an extremely varied experience at that.

To underscore this view of tourism, let us focus on the economic impact of tourism on the economic health of a community. The best measure of this economic impact is not the receipts of a few types of business. Rather, the economic impact of tourism begins with the sum total of all expenditures by all tourists. Yes, this impact includes some of the receipts of accommodations, restaurants, attractions, petrol (gas) stations—the traditional tourism-orientated businesses. (We might note that these are vastly dissimilar businesses.) However, it also includes retail purchases that often amount to more than the money spent for lodging. These include services (haircuts, car repairs), highway tolls in some countries, church contributions, and so forth. In fact, visitors spend money on just about everything that residents do. Thus, any and every ‘industry’ that sells to consumers is in receipt of cash from tourism. Clearly, the criteria of similar activity or common product or production process are not met in tourism! Further, the requirement of substitution is not met either. More often than not, most of these expenditures go together as complementary or supplementary purchases. Thus, food is not competitive with lodging. A visitor buys both. Seen this way, travel and tourism—the movement of people outside their normal routine for business, pleasure, or personal reasons—is much, much more than an ‘industry’ in the traditional sense. As an economic force, it is the impact of everything the visitor or tourist spends. Thus, we really have an expenditure-driven phenomenon, not a receiptsdriven one.

 

Problem-Solution

  1. Paragraph

Keeping the Light on All Time for Motor Cycle

 

Keeping the light on in the day has made controversy. Some people think that keeping the light on all the time will make the lamp break faster. As the lamp on all the time, it will heater from time to time if does. The rule of keeping light on has made by government and it will be done by police officer. The police officer can give a fine if a motor rider ignores the rule to keep the light on. People think that it is only the way to add place for earning money by police officer. However, keeping the light on all time absolutely has advantage for the riders. The motor riders can be safe on the road at least they cannot crush with other vehicles by keeping the lihgt on all-time.

 

  1. Essay

Laptop as Student’s Friends

 

Conventionally, students need book, pen, eraser, drawing book, ruler and such other stuff. Additionally, in this multimedia era, students need more to reach their progressive development. Students need mobile keyboards to record every presented subject easily. Of course it will need more cost but it will deserve for its function.

First, modern schools tend to apply fast transferring knowledge because the school needs to catch the target of curriculum. Every subject will tend to be given in demonstrative method. Consequently students need extra media cover the subject. Since there is a laptop on every student’s desk, this method will help student to get better understanding.

Secondly, finding an appropriate laptop is not difficult as it was. Recently there is an online shop which provides comprehensive information. The best is that the shop has service of online shopping. The students just need to brows that online shop, decide which computer or laptop they need, and then complete the transaction. After that the laptop will be delivered to the students’ houses. That is really easy and save time and money.

From all of that, having mobile computer is absolutely useful for students who want to catch the best result for their study. Buying laptop online is advisable because it will cut the price. This online way is recommended since online shop also provides several laptop types . Students just need to decide which type they really need.

 

  1. Article

Opportunity in the Global Financial Crisis

 

US financial crisis and its contagion to Europe and the rest of the world could also create new opportunity for Indonesia in term of foreign direc investment and the development of basic infrastructure.

As the US, financial crisis has now spread to Europe, the oil-rich countries such as Saudi Arabia, Kuwait and Arab Emirate which have accumulated hundreds of billion of Dollars in their foreign reserve, are now reviewing their holding or investment vehicle. They are looking for more diversified investment outside the US and Europe.

Because of unfavorable political developments in Thailand and Malaysia over the past few months, Indonesia which has largely Muslim population could become one of these oil-rich countries’ favorite place for foreign direct investment. That wil be true if the conditions, legal and market infrastructures are conducive for Islamic financial instruments.

The government had improved the legal framework with the recent actment of laws on sharia banking and bonds. The long term nature of Islamic bonds could make them the most suitable investment instrument for Indonesia, as these bonds grant an investor a share in an asset along with the cash flows and risks commensurate with such ownership.

The financial crisis that has gripped the globe and weakening economic growth in the rest of the world will serve to the government to accelerate the investment reform measures in order to grab the hidden opportunity in the global crisis.

 

 

Makalah Ilmu Kealaman Dasar “Zodiak”

Kata Pengantar

Puji syukur penulis ucapkan atas segala rahmat dan hidayah Allah SWT, sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini membahas tentang RAMALAN BINTANG atau ZODIAK SCORPIO dalam mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing sekaligus dosen di mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar yakni Bapak Drs. H.Syufrawardi. Kemudian, kepada seluruh yang terkait dalam penulisan makalah ini.

Akhir kata, semoga tugas saya ini bermanfaat bagi kita semua. Segala saran dan kritikan penulis terima dengan senang hati untuk memperbaiki di masa yang akan datang.

 

Padang, 14 September 2011

Penulis,

Dian Rizky Utami

 

 

Daftar Isi

Kata Pengantar ………………………………………………………….………..1

Daftar Isi …………………………………………………………….…………..2

Pendahuluan ……………….…….………………………………….……………3

Zodiak ……………………………………………………………………3

Lingkaran Ekliptika ………………………………………………………3

Zodiak dan Astrologi ……………………………………………………3

Karakter Bintang Scorpio ………………………………………………..3

Kliping Sumber Pertama …………………………………………….……………7

Majalah “Keren Beken”

Kliping Sumber Kedua ……..……………………………………….…………..8

Tabloid “GENIE”

Kliping Sumber Ketiga ……………………………………………….…………9

Tabloid “GAUL”

Kesimpulan .……………………………………………………………………10

 

 

Pendahuluan

Zodiak ( dari kata Yunani Zoodiacos Cyclos yang artinya Lingkaran Hewan ) adalah sebuah sabuk khayal di langit dengan lebar 18° yang berpusat pada lingkaran ekliptika, tetapi istilah ini dapat pula merujuk pada rasi-rasi bintang yang dilewati oleh sabuk tersebut, yang sekarang berjumlah 13. Dipercaya awal mula konsep ini berasal dari peradaban Lembah Sungai Eufrat kemungkinan hanya dengan 6 rasi: Capricornus, Pisces, Taurus, Cancer, Virgo dan Scorpio, yang kemudian dipecah menjadi 12 karena penampakan tahunan 12 kali bulan purnama pada bagian-bagian berurutan dari sabuk tersebut.

  1. Lingkaran Ekliptika

Di bola langit terdapat garis khayal yang disebut dengan lingkaran ekliptika. Jika diamati dari bumi, semua benda tatasurya (planet, Bulan dan Matahari) beredar di langit mengelilingi lingkaran ekliptika. Keistimewaan dari ke-12 zodiak dibanding rasi bintang lainnya adalah semuanya berada di wilayah langit yang memotong lingkaran ekliptika.

 

  1. Zodiak dan Astrologi

Astrologi adalah ilmu yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya (planet, bulan, dan matahari) dengan nasib manusia. Karena semua planet, matahari, dan bulan beredar di sepanjang lingkaran ekliptika, otomatis mereka semua juga beredar di antara zodiak. Ramalan astrologi didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak.

Seseorang akan menyandang tanda zodiaknya berdasarkan kedudukan matahari di dalam zodiak pada tanggal kelahirannya. Misalnya, orang yang lahir awal Desember akan berzodiak Sagitarius, karena pada tanggal tersebut Matahari berada di wilayah rasi bintang Sagitarius. Kedudukan Matahari sendiri dibedakan antara waktu tropikan dan waktu sidereal yang menyebabkan terdapat 2 macam zodiac, yaitu zodiac tropical dan zodiac sidereal. Sebagian besar astrolog Barat menggunakan zodiac tropical.

 

  1. Karakter Bintang Saya ( Scorpio, 23 Oktober – 22 November)

Wanita sederhana yang selalu menunjukkan mood yang sedang dialaminya. Anda dapat dengan mudah mengetahui apakah dia sedang marah, atau sedang merayu anda. Ia menunjukkan dirinya lebih banyak melalui tingkah lakunya daripada apa yang dikatakannya, memang itulah karakter dia.

Wanita Scorpio memiliki pembawaan yang misterius. Ia percaya diri, dan jauh di dalam dirinya, ia adalah orang yang bangga dengan dirinya. Ia tidak suka berpikir bahwa ia “hanyalah” wanita, sehingga ia harus terbatasi dengan beberapa aturan sosial yang selama ini diterima.

Ia adalah wanita yang sesungguhnya, dan walaupun penampilannya yang nampak polos dan kekanakan, ia memiliki semangat jiwa yang bebas. Banyak cowok yang salah mengira bahwa cewek tipe ini adalah cewek yang bertipe “pengikut” yang baik. Cewek dalam zodiak ini berpikir bahwa ibu rumah tangga yang biasa akan sangat membosankan.

Ia suka memiliki kendali atas orang lain, tetapi hal ini haruslah merupakan rahasia baginya, maka yang ia tampilkan ke depan adalah tipe cewek manis. Apa pun yang dilakukannya tampak baik, dan dia memiliki semua trik yang dimiliki cewek. Ia dapat dengan mudah memanipulasi pria tanpa si pria menyadari bahwa ia sedang dimanfaatkan.

 

Jika anda berpikir bahwa ia akan melakukan apa pun yang anda lakukan karena ia mencintai anda, maka anda akan kecewa. Ia mungkin sedikit tomboy tapi ia dapat mengerti anda hanya dengan memandang ke dalam mata anda. Anda mungkin dapat menggunakan kata-kata manis yang dapat menjatuhkan semua wanita, tetapi tidak akan dapat berlaku bagi cewek scorpio. Ia dapat menggunakan pandangan “sinar X” miliknya untuk “membaca” pikiran anda mengenai apa yang baru saja atau apa yang akan anda katakan. Ia selalu tersenyum, dan benar-benar mampu menyembunyikan perasaannya.

Ia selalu menunjukkan kepada anda bahwa ia mencintai kebebasan. Jika ia memiliki kebebasan, ia tidak akan meninggalkan anda, bahkan akan semakin mencintai anda. Jika ia menginginkan sesuatu, ia akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya. Ia memiliki semacam indra keenam dan anda seakan dapat merasakan umpan balik energi saat berada di sekitar dia.
Ia menyukai cowok yang dapat mendapatkan rasa hormat darinya, dan dia juga akan menghormati dan merasa bangga terhadap si cowok. Seorang cowok yang memiliki kekuasaan terhadap si cewek ini sebaiknya tidak menantang kepercayaan dirinya.
Ia suka didampingi oleh cowok yang ganteng, kuat dan sehat, apalagi untuk dibandingkan dengan pacar-pacar temannya. Jika si cowok memiliki gelar atau karir yang bagus, maka hal ini akan menjadi nilai tambah yang baik. Seorang cowok yang memiliki kekuasaan di atasnya sebaiknya tidak menantang kepercayaan dirinya.

 

Ia adalah seorang cewek yang “hot”, dia suka musik yang berat. Ia hanya mengenal cinta dan benci, ia tidak mengenal “suka” atau “tertarik”. Cinta, baginya tidak memiliki sikap “mungkin”. Jika ia benar-benar marah, maka ia akan membuang dan membanting barang-barang. Kemarahannya dapat menyebabkan semua piring beterbangan, dan dapat menuju kepala anda jika anda tidak hati-hati.

 

Tenanglah, karena ia tidak akan menghancurkan sembarangan, karena dia tahu membedakan barang. Terkadang ia akan menunjukkan kelemahannya, tetapi tidak untuk waktu yang lama. Ia akan segera menata diri kembali.
Jika ia mencintai anda, dia tidak akan mempedulikan apa kata orang. Hubungan yang dimilikinya dirasanya lebih penting daripada salah atau benar. Karena alasan inilah, anda dapat lebih mudah mengerti, bahwa beberapa wanita Scorpio rela menjadi istri kedua. Ia adalah orang yang manja, tetapi ia akan merelakan orang yang dia cintai untuk memiliki kekuasaan terhadap dirinya.

 

Jika anda berpacaran dengan wanita ini, sebaiknya anda membuang semua surat cinta lama anda. Mungkin surat cinta anda sudah berumur 2 tahun, tetapi ia akan bertengkar mengenai hal ini karena hal ini adalah masalah yang sangat besar bagi wanita yang pencuriga. Jika anda mengajak perang dingin dengannya, ia akan menyambutnya, dan akan menggandakan apa yang anda lakukan terhadapnya.

 

Jika anda membelanya sekali, maka ia akan membela anda 2-3 kali. Ia cukup fair dan adil, maka ia akan menerima permintaan maaf anda sebanyak dia dapat berpura-pura menerima semuanya untuk saat ini dan akan menunggu untuk waktu pembalasan dendam di masa mendatang. Jika anda kedengaran manis, maka ia akan melakukan hal yang sama kepada anda, dua kali lipat. Benar-benar wanita yang fair.

 

Ia suka mencari dan membelanjakan uang. Ia suka mendapat popularitas dan reputasi, dan tidak pernah membiarkan dirinya menjadi orang yang tidak punya apa-apa dan tidak punya nama. Ia terlalu bangga untuk menerima kenyataan bahwa ia “miskin”. Ia suka dipandang orang, jadi jika anda adalah seorang manajer dengan gaji kecil, ia akan lebih bangga daripada menjadi istri seorang sopir truk dengan uang yang lebih banyak. Ia tidak suka berpikir dan tidak tahan menjadi orang yang “bukan siapa-siapa.”
Jika anda menyukainya, coba sedikit jual mahal. Hal ini akan menggugahnya. Ketika anda berkencan, atur jadwal anda, tapi jangan sampai dia tahu bahwa anda sesungguhnya telah merencanakan hal ini selama berminggu-minggu. Jangan pernah lupa untuk menjemputnya tepat waktu, atau lebih baik anda datang 5-10 menit lebih awal.

SIFAT YANG MENONJOL

Pandai menyimpan rahasia, keras kepala, memiliki pendirian teguh dan cerdas. Serius dan tak banyak bicara bila sedang asyik bekerja. Ia memiliki secamam kekuatan atau kepandaian yang tersimpan. Bila kepandaiannya yang tersimpan ini digunakan, pasti akan membawa sukses gemilang. Mudah naik darah, sensitif dan mudah tersinggung, namun rajin bekerja.

 

  • Sebagian dari ramalan karakter di atas memiliki persentase kecocokan sekitar 20% dari karakter yang saya miliki terutama dalam bidang bergaul dengan orang lain. Karena sebagai manusia pasti memiliki pasang surut dalam hal sikap dan sifat atau bahasa modernnya “moody”. Terkadang saat suasana hati sedang buruk, akan sangat mudah marah dan membuat orang lain tersinggung. Sebaliknya, saat suasana hati sedang baik atau gembira, maka orang sekitar akan merasa senang berada di dekat saya.

 

 

 

  1. Kliping Sumber Pertama

 

Sumber : Majalah “Keren Beken”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari info ramalan di atas, menyebutkan bahwa saya sedang kesal karena beberapa usaha yang telah saya lakukan mengalami kegagalan dan saya disarankan agar tetap berusaha. Dalam kehidupan saya yang sekarang ini, Alhamdulillah saya tidak menganggap kegagalan sebagai kegagalan yang sebenarnya. Malah saya menganggap itu merupakan sutau tahap pembelajaran dan saya tidak merasa kesal sama sekali. Sehingga saya menyatakan bahwa ramalan tersebut di atas, tidak ilmiah dan hanya sebuah mitos.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kliping Sumber Kedua

 

Sumber : Tabloid “GENIE”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Info ramalan yang saya dapat dari kutipan tabloid GENIE menyatakan bahwa secara umum, saya tidak boleh membiarkan ego saya menguasai emosi dan pemikiran saya. Dalam kehidupan saya sekarang, saya menemukan adanya kecocokan antara ramalan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kliping Sumber Ketiga

 

Sumber : Tabloid “GAUL”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Info ramalan yang telah saya baca dari kutipan tabloid GAUL menyatakan bahwa secara umum, saya akan segera berada dalam suatu suasana yang menyenangkan dan komunikasi antara teman-teman saya lancar, tapi dalam kehidupan saya sekarang ini, malah berada dalam keadaan yang sebaliknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

Kesimpulan yang didapat dari pembahasan sebelumnya ialah, Rasi Bintang merupakan suatu ilmu dari Astronomi, sedangkan ramalan bintang merupakan sebuah mitos.

 

Dapat dilihat dari beberapa kutipan dari tiga sumber yang berbeda. Majalah sebagai sumber yang pertama meramalkan bahwa Scorpions mengalami kekesalan yang disebabkan oleh kegagalannya. Pada tabloid sebagai sumber kedua menyatakan atau meramalkan bahwa Scorpions harus bisa mengatasi rasa ego dalam kehidupannya. Sumber ketiga, yang merupakan sumber terakhir menyatakan bahwa komunikasi para Scorpions sedang dalam keadaan yang baik dan akan menjalani suasana yang menyenangkan sebentar lagi.

 

Dari ketiga sumber yang telah saya dapatkan, ramalan ketiga sumber tersebut memiliki ramalan yang berbeda-beda dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Karena itu ramalan disebut sebagai mitos dan tidak ilmiah karena tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Sementara itu, masih dalam pembahasan mengenai Rasi Bintang Scorpio, Scorpions memiliki periode tanggal 23 Oktober – 21 November atau 24 Oktober – 22 November. Kedua periode tersebut memiliki jarak karena belum ada alat yang seratus persen akurat untuk menentukan periode yang paling tepat. Namun, perbedaan tipis tersebut belum pernah dipermasalahkan selama ini. Karena itu, ini dianggap ilmiah karena hampir tidak ada perbedaan dengan ketepatan 99% dan disepakati sebagai penemuan ilmiah.

Pendidikan Akhlak dan Budi Pekerti “Infaq, Zakat, dan Shadaqah”

Pengertian Shadaqah

 

Secara umum yang dimaksud dengan shadaqah adalah menginfaq-kan atau mendermakan yang tidak hanya harta namun mencakup segala amal atau perbuatan baik. Bahkan dalam sebuah hadist disebutkan “Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah shadaqah.”

Tujuan dari shadaqah itu sendiri adalah mencari keridhaan Allah swt. Baik dalam bentuk ibadah maupun secara lahiriyah. Bahkan hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah saw menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami istri, dan melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adalah sedekah.

Shadaqah ditujukan kepada kaum muslimin dan muslimat yang membutuhkan bantuan

 

Di dalam pengartian secara bahasanya Shadaqah berasal dari kata Shidq yang berarti benar. Menurut Al-Qadhi Abu Bakar bin Arabi, benar dalam pengartian di atas adalah benar dalam hubungan dengan sejalannya perbuatan dan ucapan serta keyakinan.

 

Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampungnya. Kemudian keduanya bercerita tentang sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampong dengan naik bus antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bus yang ditumpanginya terkena musibah, terjadi kecelakaan dengan dahsyat. Seluruh penumpang mengalami luka berat, bahkan ada juga yang meninggal seketika dengan berlumuran darah. Dari seluruh penumpang, hanya ada dua orang yang selamat dari insiden tersebut, bahkan tidak terluka sedikitpun. Mereka itu adalah kedua akhwat tadi. Keduanya menceritakan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur kepada Allah swt.

Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya saat itu, yaitu ketika hendak berangkat mereka sempat bersedakah terlebih dahulu dan selama perjalanan selalu melafadzkan dzikir.

Kejadian di atas seharusnya semakin meyakinkan kita bahwa inilah sebagian dari keutamaan bersedekah. Allah swt pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah kita duga.

Segala amalan yang kita perbuat, amal baik maupun buruk, semuanya akan terpulang kepada kita. Ibarat siapa yang menanam dialah yang akan menuai hasilnya. Demikian juga soal harta yang kini berada dalam genggaman kita dan sering kali membuat kita lalai. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh keikhlasan semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.

 

Rasulullah saw. dalam haditsnya menjelaskan tentang cakupan shadaqah yang yang begitu luas, sebagai jawaban atas kegundahan hati para sahabatnya yang tidak mampu secara maksimal bershadaqah dengan hartanya, karena mereka bukanlah orang yang termasuk banyak hartanya. Lalu Rasulullah saw. menjelaskan bahwa shadaqah mencakup beberapa hal, yaitu :

 

  1. Tasbih, Tahlil dan Tahmid

 

Rasulullah saw. menggambarkan pada awal penjelasannya tentang shadaqah bahwa setiap tasbih, tahlil dan tahmid adalah shadaqah. Dalam riwayat lain digambarkan :

Dari Aisyah ra, bahwasannya Rasulullah saw. berkata, “Bahwasannya diciptakan dari setiap anak cucu Adam tiga ratus enam puluh persendian. Maka barang siapa yang bertakbir, bertahmid, bertasbih, beristighfar, menyingkirkan batu, duri atau tulang dari jalan, amar ma’ruf nahi munkar, maka akan dihitung sejumlah tiga ratus enam puluh persendian. Dan ia sedang berjalan pada hari itu, sedangkan ia dibebaskan dirinya dari api neraka.”(HR.Muslim)

 

  1. Amar Ma’ruf Nahi Munkar

 

Setelah disebutkan bahwa dzikir merupakan shadaqah, Rasulullah saw. menjelaskan bahwa amar ma’ruf naahi munkar juga merupakan shadaqah. Karena untuk merealisasikannya, seseorang perlu mengeluarkan tenaga, pikiran, waktu, dan perasaannya. Dan semua hal tersebut terhitung sebagai shadaqah. Bahkan jika dicermati secara mendalam, karena memiliki misi amar ma’ruf nahi munkar. Dalam sebuah ayat-Nya Allah swt. berfirman :

 

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” [QS.Ali Imran (3): 110]

 

  1. Hubungan Intim Suami Istri

 

Hadits di atas bahkan menggambarkan bahwa hubungan suami istri merupakan shadaqah. Satu pandangan yang cukup asing di telinga para sahabatnya, hingga mereka bertanya, “Apakah salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan shadaqah?” Kemudian dengan bijak Rasulullah saw. menjawab, “Apa pendapatmu jika ia melampiaskannya pada tempat yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskannya pada yang halal, ia akan mendapat pahala.” Di sinilah para sahabat baru menyadari bahwa makna shadaqah sangatlah luas. Bahwa segala bentuk aktivitas yang dilakukan seorang insane, dan diniatkan ikhlas karena Allah, serta tidak melanggar syariah-nya, maka itu akan terhitung sebagai shadaqah.

 

 

Dari Al-Miqdan bin Ma’dikarib Al-Zubaidi ra, dari Rasulullah saw. berkata, “Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilakukan oleh seseorang daripada pekerjaan yang dilakukan dari tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya melainkan akan menjadi shadaqah.” (HR. Ibnu Majah)

 

  1. Membantu Urusan Orang Lain

 

Dari Abdillah bin Qais bin Salim Al-Madani, dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, “Setiap muslim harus bershadaqah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana pendapatmu, wahai Rasulullah, jika ia tidak mendapatkan (harta yang dapat disedekahkan)?” Rasulullah saw. bersabda, “Bekerja dengan tangannya sendiri kemudian ia memanfaatkannya  untuk dirinya dan bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” beliau bersabda, “Menolong orang yang membutuhkan lagi teraniaya.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau menjawab, “Mengajak pada yang ma’ruf atau kebaikan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau menjawab, “Menahan diri dari perbuatan buruk, itu merupakan shadaqah.” (HR.Muslim)

 

  1. Mengishlah Dua Orang yang Berselisih

 

Dalam sebuah hadits digambarkan oleh Rasulullah saw.: Dai Abu Hurairah r.a. berkata, bahwasannya Rasulullah

 

 

Makalah ISBD “Manusia, SAINS dan Teknologi”

MANUSIA, SAINS, DAN TEKNOLOGI

Dalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi, yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia. Sains dan tekhnologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention), melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata IPTEK bagi manusia sangat tergantung dari nilai, moral, norma dan hukum yang mendasarinya. IPTEK tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK mencermikan keterbelakangan.

<!–[if !supportLists]–>A.<!–[endif]–>IPTEK DAN PERADABAN MANUSIA

Sains dan Teknologi adalah institusi manusiawi; artinya Sains dan Teknologi adalah karya yang dilahirkan manusia. Maka tanpa adanya manusia kedua karya tersebut juga tidak akan ada. Namun ada beda fundamental antara kedua institusi tersebut. Perbedaannya terletak pada sumbernya.

Sains sebagai “body of knowledge” yang kita ketahui saat ini adalah hasil abstraksi manusia dari sumber alami melalui berbagai fenomena yang diamatinya. Kemudian fenomena tersebut direpresentasikan kedalam berbagai model yang membentuk suatu paradigma. Maka kebenaran sains adalah bila dan hanya bila suatu fenomena alami dapat cocok (fit) pada model-model dari suatu paradigma yang berlaku. Bila model dalam suatu paradigma yang dianut tidak lagi dapat merepresentasikan suatu fenomena alami tertentu, maka fenomena tersebut merupakan suatu anomali. Namun anomali tidak dapat terjadi berulang kali. Bila hal demikian ditemui maka paradigma tersebutpun mengalami krisis dan gugur sebagai paradigma yang absah untuk kemudian digantikan oleh model baru yang membentuk paradigma baru pula (Kuhn, 1996). Fenomena alami dan kebenaran yang ada dibaliknya sebenarnya telah beroperasi sejak jauh sebelum manusia ada, misalnya gaya gravitasi dan elektromagnetik, adanya elektron dan neutron didalam atom, proses radioactive decay dan lain sebagainya merupakan kebenaran alami yang telah beroperasi sejak awal sejarah jagad raya ini, jauh sebelum manusia menghuni planet Bumi. Oleh karena itu berbagai kebenaran alami yang terhimpun dalam sains merupakan temuan (discovery) manusia. Namun tanpa manusiapun kebenaran alami tetap beroperasi sebagai sumber dari sains.

Berbeda dari sains, teknologi sepenuhnya bersumber pada manusia itu sendiri. Teknologi diciptakan manusia sebagai instrumen dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Teknologi merupakan suatu fenomena sosial. Oleh karena itu tanpa manusia, tanpa masyarakat, teknologipun tiada.

Teknologi diciptakan manusia melalui penerapan (exercise) budidaya akalnya. Manusia harus mendayakan akal pikirannya dalam me-reka teknologi berdasarkan ratio (nalar) dan kemudian membuatnya, me-yasanya, menjadi suatu produk yang kongkrit. Jadi perlu penerapan rekayasa dalam menciptakan teknologi, dan sebaliknya teknologi kemudian akan membantu manusia dalam merekayasa. Inter-relasi dan interaksi antara rekayasa dan teknologi sering sulit dipahami karena seakan terjadi secara obvious atau terjadi sepenuhnya dilatar belakang sehingga luput dari pengamatan. Maka untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari peran rekayasa dalam penciptaan teknologi dan sebaliknya, perlu digresi sebentar sampai pada saat asal mula terbentuknya masyarakat manusia.

Sains itu sendiri secara umum didefinisikan sebagai pengetahuan (knowledge) yang didapatkan dengan cara sistematis tentang struktur dan perilaku dari segala fenomena yang ada di jagad raya dan isinya, baik fenomena alam maupun sosial. Sementara itu, teknologi merupakan aplikasi dari sains sebagai respons atas tuntutan manusia akan kehidupan yang lebih baik.

Teknik secara umum diartikan sebagai alat perlengkapan dan metode membuat sesuatu. Teknologi adalah suatu cara untuk teknik memproduksi atau memproses membuat sesuatu yang lebih mengembangkan ketrampilan manusia.

Ada beberapa fase proses teknik yang dialami dalam kehidupan manusia yakni :

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Fase teknik destruktif. Pada fase ini, untuk memecahkan segala permasalahan dan kebutuhannya, manusia langsung mengambil dari alam, tidak ada usaha untuk mengembalikannya ke alam.

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Fase teknik konstruktif. Masyarakat pada fase ini telah mampu melakukan penciptaan sehingga menghasilkan kebudayaan baru yang sebelumnya tidak ada di alam. Dengan penciptaan baru ini, sedikit demi sedikit manusia telah menciptakan lingkungan baru yang selalu bermodalkan alam sekitar sehinggamerupakan “ the second nature “ atau alam kedua.

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Fase modern. Fase ini merupakan puncak perkembangan teknik yang telah dicapai anusia. Teknik modern ini bertitik tolak dari analisa matematis alam, sehingga manusia mampu membangun suatu peradaban baru yaitu peradaban mesin. Cirri peradaban mesin diantaranya adalah kesatuan bahasa internasional sebagai pengantar dan diciptakannya bahasa symbol yang satu , seragam, dan internasional yaitu bahasa “ matematika “.

Tingkatan teknologi berdasarkan penerapannya dapat dibagi sebagai berikut :

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Teknologi Tinggi ( Hi – tech ). Suatu jenis teknologi mutakhir yang dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru. Contoh : computer, laser, bioteknologi, satelit komunikasi dan sebagainya. Cirri – cirri teknologi ini adalah padat modal, didukung rasilitas riset dan pengembangannya, biaya perawatan tinggi, ketrampilan operatornya tinggi dan masyarakat penggunanya ilmiah.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Teknologi Madya. Suatu jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan didukung masyarakat yang lebih sederahan dan dapat digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling menguntungkan. Ciri teknologi madya adalah tidak memerlukan modal yang terlalu besar dan tidak memerlukan pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin. Penerapan teknologi maday ini bersifat setengah padat modal da padat karya, unsur – unsur yang mendukung industrinya biasanya dapat diperoleh di dalam negeri dan keterampilan pekerjanya tidak terlalu tinggi.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Teknologi Tepat Guna. Teknologi ini dicirikan dengan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana dan pelaksanaannya bersifat padat karya. Biasanya dilakukan di negara – negara berkembang, karena dapat membantu perekonomian pedesaan, mengurangi urbanisasi dan menciptakan tradisi teknologi dari tingkat paling sederhana.

Dengan kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang teknologi informasi dan teknologi transportasi yang dicapai manusia pada unjung pertengahan kedua abad ke XX, memungkinkan arus informasi menjadi serba cepat: apa dan oleh siapa dari seluruh muka bumi (bahkan sebagian jagat raya) – menembus ke seluruh lapisan masyarakat dengan bebas tanpa membedakan siapa dia si penerima. Tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengaruh perkembangan IPTEK terhadap beberapa pola kemasyarakatan.

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan alienasi

Alienasi (keterasingan manusia) adalah suatu kondisi psikologis seorang individu yang dinafasi oleh kesadaran semu (tentang misteri keabadian termasuk Tuhan), keberadaan, dan dirinya sendiri sebagai individu serta komunitas.

Perkembangan IPTEK yang semakin pesat dan cenderung meniru budaya barat bisa jadi menciptakan sebuah alienasi budaya. Orang merasa asing dengan budayanya sendiri. Kaum muda tidak lagi at home dengan kebudayaan yang telah membentuk identitas sosialnya.

Kemajuan-kemajuan memungkinkan banyaknya pilihan (multiple options) dan membuka kesempatan tumbuhnya materialisme dan rasionalisme dengan luar biasa. Tuntutan hidup begitu tinggi. Kemakmuran yang dicapai tidak terkendali, gaya hidup menjadi konsumtif dan hedonistik. Manusia pribadi yang menjadi begitu sibuk untuk mempertahankan hidup menyuburkan sosok individualistik. Kaya dan sukses dari segi materi jadi satu-satunya tujuan hidup. Persaingan demikian ketat, sehingga penghargaan manusia terhadap waktu mencapai titik tertinggi dibandingkan masa sebelumnya. Yang tersisa hanya wajah kehidupan tidak manusiawi dimana bahaya masa depan ialah manusia menjadi robot karena terjadi alienasi diri.

Perkembangan teknologi yang melanda hidup manusia harus dikuasai pemanfaatannya. Jangan sampai perkembangan media menjadikan manusia sebagai objek, menyeret dan memaksanya pada model kehidupan yang menyimpang.

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan heteronomi

Heteronomi adalah prinsip pembiaran sesuatu selain hukum moral untuk menentukan apa yang mesti dilakukan. Ini mengganti kebebasan dengan sesuatu di luar akal praktis, semisal kesukaan. Tindakan ini sendiri nonmoral (bukan bermoral ataupun immoral) namun bisa immoral jika itu membuat orang tidak melakukan kewajibannya. Contoh heteronomi : Anak merasa bahwa yang benar adalah patuh pada peraturan dan harus menaati kekuasaan.

Dalam masyarakat dengan teknologi maju cukup banyak contoh yang menunjukkan betapa heteronomi bisa mengakibatkan munculnya berbagai perwujudan perilaku menyimpang, bahkan bersifat ekstrem yang bisa berakibat pertentangan antar-lapisan dan antar-golongan dalam masyarakat. Beberapa perilaku menyimpang itu bisa berwujud pelarian untuk menghindar dari pengaruh budaya baru, mungkin berupa pencemoohan sambil memperkenalkan sumber nilai lain sebagai alternatif (misalnya mistik, metafisik).

Kemajuan teknologi yang serba praktis serta budaya asing yang berpengaruh dominan terhadap satuan budaya asli bisa membangkitkan kesan sebagai ‘model’ untuk ditiru. Kecenderungan meniru itu dalam kelanjutannya bisa terpantul melalui berkembangnya gayahidup (ljfestyle) yang dianggap superior dibandingkan dengan gaya hidup lama. Berkembangnya gaya hidup baru itu dapat menimbulkan kondisi sosial yang ditandai oleh heteronomi, yaitu berlakunya herbagai norma acuan penilaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Perubahan gayahidup yang ditiru dan budaya asing bisa berkelanjutan dengan timbulnya gejala keterasingan dan kebudayaan sendiri (cultural alienation).

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan hegemoni

Hegemoni adalah dominasi oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi diterima sebagai sesuatu yang wajar atau common sense. Jika dilihat sebagai strategi, maka konsep hegemoni bukanlah strategi eksklusif milik penguasa. Sebagai contoh, adalah kekuasaan dollar Amerika terhadap ekonomi global. Kebanyakan transaksi internasional dilakukan dengan dollar Amerika.

Hegemoni juga terjadi di dunia satra Indonesia dimana media massa seperti koran sangat membatasi dan hanya memuat karya-karya ataupun tulisan dari pengirim yang dianggap ‘layak’ dimuat dan sesuai dengan panduan kesusastraan Indonesia. Salah satu manfaat teknologi adalah kelahiran sastrawan cyber Indonesia tentu saja tak dapat dilepaskan dari kemunculan internet dalam dunia komunikasi. Revolusi komunikasi yang dilakukan teknologi Internet telah menciptakan ruang-ruang alternatif baru di luar dunia media massa cetak yang ada. Revolusi ini sendiri sangat demokratis sifatnya, siapa saja dapat menggunakannya. Ruang-ruang alternatif baru yang tercipta karena Internet telah memungkinkan para penggunanya tidak berhenti hanya jadi pemakai yang pasif, seperti ketika seorang pembaca membaca koran, tapi sekaligus jadi pencipta “message’ pada ruang-ruang tersebut.

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan hedonisme

Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta pora dan rekreasi merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Mereka beranggapan hidup ini hanya satu kali sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Pandangan mereka terangkum dalam pandangan epikuris yang menyatakan “Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu karena besok engkau akan mati “

Globalisasi yang didorong oleh kemajuan di bidang iptek, telah memberi pengaruh amat besar pada setiap sendi-sendi kehidupan umat manusia di penjuru jagat raya. Sebuah lompatan perubahan zaman yang tak bisa dihentikan. Ia menerjang laksana gelombang pasang dan menarik siapa saja ke dalam pusarannya.

Persoalannya, akankah ini membawa umat manusia kepada sebuah peradaban baru, atau malah sebaliknya mendorong pada titik nadir peradaban. Perlahan namun pasti, perubahan radikal tatanan budaya lokal, maupun tata nilai sosial yang dianut tengah terjadi.

Dan salah satu sisi gelap gelombang perubahan zaman adalah sikap dan perilaku manusia yang semakin mendewakan materi dan terperangkap dalam pusaran kehidupan bendawi. Inilah yang disebut budaya hedonisme di mana kesenangan dan kenikmatan materi menjadi tujuan utama.

Dalam masalah pemanfaatan iptek, Barat sangat pragmatis-materialistis, artinya hanya mencari keuntungan materi dan kesenangan duniawi semata. Bacon berpendapat bahwa iptek harus digunakan untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi, iptek hanya berarti bila nampak dalam kekuasaan manusia: iptek manusia adalah kekuasaan manusia. Pendekatan pragmatis materialis ini telah menyebabkan iptek dikembangkan untuk memenuhi kesenangan-kesenangan materi (hedonis-materialistis) dan mengorbankan alam semesta. Menjamurnya produk-produk mainan (game) yang melampaui kebutuhan merupakan bukti pemenuhan hedonisme tersebut.

<!–[if !supportLists]–>B.<!–[endif]–>PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN

Perkembangan IPTEK telah membawa kemajuan dan kemudahan serta perubahan pada kehidupan manusia. Berbagai manfaatnya dapat terasa pada era sekarang ini dimana semua perlahan beralih dari sesutau yang sederhana menjadi sesuatu yang lebih modern.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Pengembangan IPTEK dalam pertimbangan nilai etis dan religious

Mengembangkan nilai-nilai dan budaya iptek pada dasarnya adalah melakukan transformasi dari masyarakat berbudaya tradisional menjadi masyarakat yang berpikir analitis kritis dan berketerampilan iptek dengan tetap menjunjung/memelihara nilai-nilai agama, keimanan, dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta nilai-nilai luhur budaya bangsa

Manusia sebagai makhluk yang berakal budi tidak henti-hentinya mengembangkan pengetahuannya. Akibatnya teknologi berkembang sangat cepat dan tidak terbendung seperti tampak dalam teknologi persenjataan, computer informasi, kedokteran, biologi dan pangan. Kemajuan teknologi tersebut bila tidak disertai dengan nilai etika akan menghancurkan hidup manusia sendiri seperti terbukti dengan perang Irak, pemanasan global, daya tahan manusia yang semakin rendah, pemiskinan sebagian penduduk dunia, makin cepat habisnya sumber alam, rusaknya ekologi, dan ketidakadilan. Pertanyaan yang secara etis dan kritis harus diajukan adalah, apakah teknologi yang kita kembangkan sungguh demi kebahagiaan manusia secara menyeluruh? “Nilai kemanusiaan” sebagai salah satu nilai etika perlu ditaati dalam mengembangkan teknologi

Memasuki abad ke 21, berarti menapaki abad global. Akibat perkembangan tehnologi informasi dan transportasi, dunia Inteernasional pada abad ini mengalami sebuah perubahan besar, yang dikenal dengan era global. Dalam era demikian, situasi dunia menjadi amat transparan, jendela internasional, terdapat hampir disetiap rumah. Apa yang terjadi dsalah satu sudut bumi dalam waktu singkat dapat ditangkap dari beerbagai belahan dunia, pintu gerbang antar Negara semakin teerbuka, sekat sekat budaya semakin hilang dan ujung ujungnya akan terbentuk apa yang disebut Jhon Neisbitt sebagai Gaya Hidup Global.

Abad ini ditandai dengan kemajuan sains dan teknologi yang sangat pesat. Kemajuan itu terutama dipacu oleh kemajuan teknologi computer dan informasi sehingga zaman ini sering disebut era revolusi baru yaitu revolusi informasi.Produk dari kemajuan sains dan teknologi kian canggih dan bermutu. Hampir dalam semua bidang kehidupan kita dapat menikmati produk teknologi modern mulai dari peralatan rumah tangga sampai dengan peralatan industri yang besar. Dengan semua kemajuan itu hidup manusia dipermudah, diperlancar, dan lebih sejahtera. Tetapi di sisi yang lain, kita melihat bahwa berbagai kemajuan tersebut juga membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia seperti lingkungan hidup yang tidak nyaman, ketidakadilan dan bahkan penghancuran kelompok manusia.

Secara umum, etika menuntut kejujuran dan dalam iptek ini berarti kejujuran ilmiah (scientific honesty). Mengubah, menambah, dan mengurangi data demi kepentingan tertentu termasuk dalam ketidakjujuran ilmiah. Mengubah dan menambah data dengan rekaan sendiri dapat dimaksudkan agar kurvanya memperlihatkan kecenderungan yang diinginkan. Mungkin penelitinya sendiri yang menginginkan agar hasil penelitiannya sesuai dengan teori yang sudah mapan. Mungkin penaja (sponsor) peneliti itu yang ingin menonjolkan citra produk industrinya. Mereka-reka data semacam itu merupakan the sin of commission. Sebaliknya membuang sebagian data yang “memperburuk” hasil penelitian adalah the sin commission. Penghapusan data yagn “jelek” itu mungkin dimaksudkan oleh penelitinya agar analisis datanya memperlihatkan keterandalan (realibility) yang lebih baik. Lebih jahat lagi kalau dosa komisi itu dilakukan untuk menyembunyikan efek samping yang negatif dari produk yang diteliti. Ketidakjujuran ilmiah semacam ini pernah dilakukan peneliti yang ditaja pabrik penyedap rasa (monosodium glutamate) di Thailand.

Kalau data yang dibuang itu dinilai sebagai penyimpangan dari kelompok yang sedang diteliti, dan karenanya harus ikut diolah, kejujuran ilmiah menuntut penjelasan tentang penghapusannya. Perlu juga disebutkan patokan yang dipakai untuk menentukan ambang nilai data yang harus ikut dianalisis, misalnya patokan Chauvenet.

Sekarang umat manusia menghadapi masalah-masalah yang sangat serius, yang menyangkut teknologi dan dampaknya pada lingkungan. Kenyataan ini memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar tentang etika:

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Norma-norma etika (dan agama) yang seperti apakah yang harus kita patuhi dalam penelitian di bidang bioteknologi, fisika nuklir dan zarah keunsuran, serta astronomi dan astrofisika?

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Dalam penelitian kedokteran dan genetika, apakah arti kehidupan?

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Dalam penelitian dampak teknologi terhadap lingkungan, bagaimana seharusnya hubungan manusia dengan alam, baik yang nirnyawa(the inanimate world) maupun yang bernyawa.

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Apakah masyarakat yang baik itu, dan dapatkah dikembangkan pengertian yang universal tentang kebaikan bersama yang melampaui individualisme, nasionalisme, dan bahkan antroposentrisme?

Dalam bioteknologi (termasuk rekayasa genetika) dan kedokteran, pertanyaan tentang arti, mulai dan berakhirnya kehidupan sangat penad (relevant). Apakah orang yang berada dalam keadaan koma dan fungsi faal serta metabolismenya harus dipertahankan dengan alat-alat kedokteran elektronik dalam jangka panjang yang tidak tertentu masih mempunyai kehidupan yang berarti ? Tak bolehkah ia minta (misalnya sebelum terlelap dalam keadaan seperti itu), atau diberi, euthanasia berdasarkan informed consent dari keluarganya yang paling dekat? Ini mengacu ke arti dan berakhirnya kehidupan. Mulainya kehidupan, penting untuk diketahui atau ditetapkan (dengan pertimbangan ilmu dan agama) untuk menentukan etis dan tidaknya menstrual regulation (“MR”) dan aborsi, terutama dalam hal indikasi medis dari risiko bagi ovum yang telah dibuahi dan terlebih-lebih lagi bagi ibunya, kurang meyakinkan.

Bioteknologi/rekayasa genetika mungkin hanya boleh dianggap etis jika tingkat kegagalannya yang mematikan embrio relative rendah dan – bila menyangkut manusia – hanya mengarah ke eugenika negatif. Tanaman dan organisme harus disikapi dengan hati-hati, baik dari segi perkembangan jangka panjangnya yang secara antropo sentries mungkin membahayakan kehidupan kita, maupun dari segi pengaturannya dalam tata hukum dan ekonomi internasional yang biasanya lebih menguntungkan negara-negara maju. Etiskah untuk mematenkan organisme dan tanaman yang telah diubah secara genetic (genetically modified)? Adilkah itu dan apakah itu tidak mengancam kelestarian plasma nutfah? Keadilan yang dimaksudkan di sini adalah keadilan agihan (distributive justice). Pengagihannya bukan hanya secara spatial, tetapi juga secara temporal. Dimensi spatiotemporal dari keadilan distributive ini tersirat dalam pengertian tentang “pembangunan yang terlanjutkan” (sustainable development) menurut Gro Harlem Brundtland.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Keseimbangan IPTEK dalam pembangunan dan lingkungan

IPTEK dalam kehidupan manusia memanglah telah mebawa perubahan yang sangat besar. Karenanya kini semua dapat terfasilitasi dengan lebih mudah dan modern. Namun walau pengaplikasiannya mendatangkan kemajuan bagi kehidupan masyarakat tetap saja harus memperhatikan segala entitas yang ada dalm lingkungan diluarnya. Pengaplikasian IPTEK harus sesuai dengan aturan yang ada dan memperhatikan segala dampak buruk yang dapat ditimbulkan bagi manusia sebagai pengaplikasinya ataupun dengan lingkungan sebagai area pengaplikasianya. Semua harus berjalan dengan seimbang. Kemajuan IPTEK harus tetap diimbangi dengan pemeliharaan keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Jangan sampai kemajuan yang dihasilkan mengakibatkan keburukan bagi lingkungan. Sesungguhnya pengembangan IPTEK yang menghasilkan kemajuan jika dibarengi dengan pemanfaatannya bagi peningkatan kelestarian dan pemeliharaan lingkungan akan lebih membawa kemaslahatan bagi kemajuan kehidupan bangsa sehingga pembangunan yang terencana pun dapat terealisasi dengan lebih baik dan sempurna.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Pengembangan IPTEK dalam pembangunan Indonesia sehingga menumbuhkan kreativitas, invention, discovery dan rekayasa

Bila dikaji dari aspek substansi pengembangan kemampuan Iptekpun telah menunjukkan berbagai perkembangan yang berarti dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup rakyat, antara lain:

Pertama kegiatan pengembangan iptek di bidang kebutuhan dasar manusia yang meliputi bidang kesehatan, pertanian, pangan dan gizi, permukiman dan perumahan, serta pendidikan telah memberikan sumbangan besar bagi tercapainya swasembada beras, perbaikan gizi masyarakat, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta peningkatan kecerdasan kehidupan masyarakat.

Kegiatan iptek di bidang pertanian telah berhasil melepas 98 varietas unggul padi, yang meliputi 70 varietas unggul padi sawah, 9 varietas padi pasang surut, dan 19 varietas padi gogo, serta 79 varietas unggul palawija. Kegiatan iptek di bidang tanaman horti kultura telah menghasilkan 17 varietas unggul. Kegiatan penelitian di bidang kesehatan dan gizi dalam rangka penanggulangan kebutaan terhadap anak-anak karena kekurangan vitamin A, berhasil digunakan sebagai contoh untuk diterapkan pada negara berkembang lainnya.

Kedua kegiatan pengembangan iptek dalam sumber daya alam dan energi menghasilkan data dan informasi yang bermanfaat untuk pelestarian fungsi dan kemampuan lingkungan hidup dan sumber daya alam. Melalui kegiatan survei dan pemetaan telah dihasilkan 2.546 peta dasar rupa bumi, 973 peta dasar radar, dan 380 peta toto dalam berbagai skala. Dalam upaya mengendalikan pencemaran lingkungan, telah dikembangkan lasilitas pengolahan limbah, penguasaan teknologi bersih lingkungan, dan pengembangan proses daur ulang. Dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati, telah ditangkarkan beberapa fauna langka, inventarisasi hutan dengan menggunakan citra satelit ataupun foto udara, dan peningkatan koleksi tanaman di kebun raya.

Ketiga, kegiatan pengembangan iptek di bidang industri, khususnya industri pesawat terbang, melalui alih teknologi telah mencapai tahap integrasi teknologi dan sedang menuju ke tahap berikutnya dari transformasi teknologi, yaitu pengembangan teknologi baru untuk menghasilkan produk baru. Hal itu ditunjukkan dengan kemampuan mengembangkan dan memproduksi pesawat CN 235, dan sedang dirancangnya pesawat terbang N 250 yang merupakan upaya mencapai tahap transformasi teknologi ketiga.

Untuk industri maritim dan perkapalan telah mampu mendesain kapal ikan Mina Jaya 15, 20, 30 DWT yang sesuai dengan kondisi perairan Indonesia, kapal Maruta Jaya 2.050 DWT, Caraka Jaya 1.000-3.600 DWT. Dalam bidang industri transportasi darat, industri kereta api, telah diekspor 150 gerbong kereta api, menguji komponen prototipe kereta rel listrik, girder jalan layang Sosro Bahu, dan bantalan rel yang terbuat dari beton.

Keempat industri telekomunikasi dan elektronika telah mampu memproduksi komponen transistor frekuensi tinggi untuk penguat daya transistor dan komponen semikonduktor untuk keperluan avionik, pemancar radio dan televisi untuk daerah terpencil, serta dikembangkannya komunikasi telepon yang menggunakan frequency division multiplexing (FDM). Sebagian dari produk tersebut di atas telah pula diekspor. Selain itu, telah berhasil diproduksi perangkat stasiun bumi kecil, stasiun pemancar televisi serta penerapan metode elemen hingga (MEH) dalam bentuk perangkat lunak. Adapun di bidang penerapan sistem kontrol otomatik telah dihasilkan beberapa prototipe robot untuk keperluan industri.

Kelima dalam industri energi telah berhasil dibuat desain turbin uap batu bara untuk pembangkit listrik dengan kekuatan 50 kilowatt, model pemanfaatan energi matahari untuk pembangkit tenaga listrik, penggerak pompa irigasi, dan pengolah air laut menjadi air tawar. Di samping itu, juga berhasil dikembangkan pemanfaatan batu bara sebagai kokas dan sebagai karbon aktif. Selain itu, telah berhasil diterapkan hasil studi mengenai Enhanced Oil Recovery (EOR) di beberapa ladang minyak. Juga berhasil ditingkatkan keandalan saluran interkoneksi dan dikembangkan pembuatan briket gambut untuk keramik.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan di bidang pertahanan keamanan negara, telah dilakukan berbagai pengkajian, penelitian, dan pengembangan yang bertujuan meningkatkan keandalan dan efisiensi pengoperasian dan pemeliharaan peralatan utama sistem senjata ABRI. Kerja sama antara lembaga penelitian dan pengembangan hankam dengan lembaga penelitian pemerintah, perguruan tinggi dan industri strategis telah dirintis dalam rangka perumusan persyaratan teknis/operasional sistem senjata, pengembangan beberapa peralatan/sistem senjata, serta penerapan beberapa jenis teknologi, seperti teknologi inderaja, teknologi material, dan teknologi perangkat lunak.

Pengembangan kemampuan iptek di bidang sosial budaya, falsafah, ekonomi, hukum, dan perundang-undangan yang dilakukan oleh lembaga penelitian pemerintah, masyarakat, dan swasta telah melahirkan pemikiran baru dan membuka cakrawala baru di bidang sosial budaya dan dalam pelaksanaan manajemen pembangunan. Pemikiran dan perubahan baru di berbagai bidang itu juga merupakan perpaduan dari hasil penelitian dan pendidikan. Berbagai hasil penelitian dan karya tulis yang mendorong cara pikir dan cara pandang iptek itu telah mendorong masyarakat memiliki perhatian saksama dalam memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai iptek.

Kemajuan IPTEK sangat berperan dalam peningkatan mutu bangsa dalam berbagai bidanga baik bidak ekonomi, social, pertahanan keamanan dan sebagainya.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Peran IPTEK Dalam Bidang Ekonomi

Ekonomi adalah kebutuhan manusia, maka sipa yang dapat menguasai perekonomian, dialah yang memegang kekuasaan. Pada saat mata pencaharian utama manusia masih menyangkut soal tanah, kaum feodallah yang memegang kekuasaan. Sedangkan ketika industri memegang peranan penting dalam ekonomi maka kaum kapitalislah yang memegang peranan utama dalam penyediaan segala kebutuhan manusia. Sekarang kaum kapitalis industrialis telah banyak mengembangkan usahanya hingga melampaui batas negaranya yang disebut Multi National Corporation ( MNC ). Kadang – kadang perusahaan perusahaan multinasional ini di negara – negara berkembang ikut serta menentukan politik pemerintahan. Perusahaan besar semacam itu tidak mungkin berkembang tanpa dukungan teknologi

Walaupun sebagian penduduk dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan namun sebagian besar sudah dapat merasakan manfaat dipergunakannya teknologi modern, karena kebutuhan hidupnya dapat dengan mudah diperoleh dengan harga yang relative lebih murah. Cara pembayarannya pun dapat dilakukan dengan tunai atau kredit.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Peran IPTEK Dalam Bidang Sosial

Dengan berkembangnya industri dan kegiatan ekonomi, maka memungkinkan orang hidup dalam lapangan pekerjaan tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari angka – angka yang menunjukan bahwa pekerja di pabrik atau perusahaan terus meningkat sedangkan bekerja di sector pertanian makin menurun.

Nilai social juga berubah. Pada masa lalu orang merasa bahwa menjadi pegawai negeri dinilai lebih tinggi status sosialnya dibandingkan para pedagang atau pengusaha. Sekarang menjadi pengusaha atau karyawan pabrik dianggap sebagai tenaga professional yang mempunyai nilai status yang tinggi.

Makin berkembangnya teknologi menyebabkan industri memproduksi barang secara missal juga meningkat. Tetapi sering kali juga dimanfaatkan untuk kepentingan yang negatif seperti peniruan atau pemalsusan merek dagang dan sebagainnya. Kian majunya masyarakat yang dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan manusia sering kehilangan nilai etisnya dan mudah melakukan tindakan yang tercela dan melanggar hukum.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Peran IPTEK Dalam Bidang Budaya

Budaya dapat berwujud tiga hal, yaitu idea tau gagasan, tingkah laku atau tindakan dan benda atau barang yang dihasilkan oleh manusia. Jadi budaya mempunyai pengertian yang luas.

Seperti telah diuraikan di atas, teknologi dan industri mempunyai dampak positif dan negatif. Karena itu hendaknya teknologi secara efektif mampu memerangi kemiskinan, keterbelakangan dan menjamin kemajuan bagi bangsa manusia. Manusia juga perlu sadar bahwa orang menciptakan sesuatu bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk kesejahteraan umat.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Peran Iptek Dalam Mendukung Pertahanan Negara

Implementasi dalam pelaksanaan pertahanan negara tidak terlepas dari aspek ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Kemajuan teknologi tetap merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi pertahanan negara. Untuk mencapai kemajuan tersebut perlu adanya suatu pemantauan secara berkelanjutan terhadap perkembangan teknologi pertahanan dari seluruh dunia dan meningkatkan kemampuan teknologi pertahanan sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang ada. Salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi adalah adanya tuntutan untuk selalu meningkatkan bargaining power di segala bidang dalam era globalisasi ini karena negara-negara yang tidak menguasai atau bahkan tidak menerapkan kemajuan teknologi, akan tertindas dan terdikte oleh negara lain yang lebih menguasai teknologi. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar dalam teknologi pertahanan maka diperlukan suatu penanganan yang serius terhadap kemajuan teknologi tersebut dan dihadapkan pada keberagaman teknologi yang telah berkembang, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat expert dan profesional di bidang Iptek sehingga dapat meningkatkan kinerja sesuai kepentingan pertahanan saat ini dan yang akan datang

Pertahanan negara pada hakekatnya merupakan upaya untuk mengatasi ancaman yang berasal dari dalam maupun luar negeri, dengan kata lain yakni untuk melindungi kepentingan nasional dan mendukung pencapaian pembangunan nasional. Ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung kepentingan pertahanan negara diartikan sebagai penerapan berbagai disiplin ilmu pengetahuan untuk menghasilkan produk teknologi yang berupa barang atau alat peralatan untuk mendukung kemampuan dan penyiapan kekuatan pertahanan negara.

Dilihat dari perspektif pembangunan nasional yang mensyaratkan adanya keseimbangan yang harmonis antara aspek security dan prosperity nasional, maka dukungan Iptek dalam upaya pertahanan negara mutlak diperluaskan, dapat diartikan bahwa Iptek merupakan faktor pengganda kekuatan (force multiplier) kaitannya dengan peningkatan aspek-aspek antara lain efektifitas sista, mobilitas dan sebagainya. Walau sampai saat ini belum sampai pada tahap pembuatan sista secara mandiri, namun dalam rangka mewujudkan kesiapan operasional sista yang dimiliki memerlukan penguasaan Iptek. Secara makro dapat dikemukakan bahwa peran Iptek yang menonjol dalam pembangunan pertahanan nasional antara lain adalah dapat memacu terwujudnya kemampuan dalam memenuhi kebutuhan peralatan pertahanan secara mandiri, khususnya dukungan tersedianya alat peralatan pertahanan secara berkesinambungan suku cadang dan pemeliharaan.

Teknologi Pertahanan Negara Maju

Beberapa negara maju telah mengelompokkan atau merumuskan teknologi yang terkait untuk kepentingan pertahanan diantaranya adalah United State. Departemen Pertahanan Amerika mengelompokan teknologi yang terkait dengan pertahanan (Military Critical Technologies) sebagai berikut :

a. Aeronautics systems technology, meliputi : Aircraft, fixed wing; Gas turbine engines; Human (crew) system interfaces. Teknologi yang mendukung adalah : Manufacturing & fabrication; Electronic systems; Information systems; Sensors & lasers; Power systems; Materials; Missiles. Negara yang menguasai teknologi tersebut adalah US, United Kingdom, Germany dan France.

b. Armaments and Energetic Materials Technology, meliputi : Ammunition, small and medium caliber; Boms, warheads, and large caliber projectiles; Energetic materials; safing, arming, fuzing, and firing; Gun and artillery systems; Mines, countermines, and demolition systems. Teknologi yang mendukung adalah : Manufacturing fabrication; Guidance, navigation & vehicle control; Information Systems; Sensors & lasers; Materials. Negara yang menguasai teknologi tersebut adalah US, United Kingdom, Russia, Germany, danFrance, diikuti oleh Sweden dan China.

c. Chemical and Biological Systems Technology, meliputi : Chemical and biological defense systems; Detection, warning, and identification. Teknologi yang mendukung adalah : Biotectology; Manufacturing; information systems; Sensors. Negara yang menguasai teknologi tersebut adalah US, United Kingdom, Russia, Sweden, Japan, Israel, Germany, France, Canada, diikuti oleh Switzerland, Czech republic, Netherland, dan China.

Dari referensi diatas, dapat kita ambil sebagai bahan komparatif untuk penerapan teknologi pertahanan di negara Indonesia. Namun perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi, kebutuhan, dan kemampuan Indonesia saat ini dan yang akan datang serta strategi pertahanan yang akan diimplementasikan. Untuk merumuskan dan menentukan teknologi pertahanan juga sangat terkait dengan filosofi dan visi negara kita bagaimana. Seperti Amerika yang mempunyai visi negaranya sebagai “Polisi dunia”, Singapura visinya “mempertahanankan kekuatan di udara”, maka strategi negaranya juga sangat berbeda dengan negara-negara lainnya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap penentuan teknologi apa yang akan berperan dibutuhkan untuk pertahanan negaranya.

SDM (Human Resource) adalah bagian dari manusia yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber daya. Sedangkan tenaga ahli (expert) adalah bagian dari tenaga kerja yang sudah lebih ditingkatkan lagi ketrampilan dan kemahirannya dalam bidang pekerjaan masing-masing. SDM profesional dan expert untuk kepentingan pertahanan ini dipersiapkan sejak dini secara terus menerus untuk menjamin keberlanjutannya kebutuhan pertahanan negara utamanya menjamin keutuhan wilayah kedaulatan NKRI.

Untuk menentukan kemampuan apa yang dibutuhkan oleh SDM yang profesional di bidang Iptek dirumuskan dengan mengacu pada upaya pertahanan negara dan Iptek pertahanan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang terkait dengan pertahanan sesuai analisis dengan merefer uraian teknologi diatas secara garis besarnya berfokus pada teknologi : Manufacturing & fabrication; Information systems; Electronic systems; Materials; Sensors & lasers; Guidance, navigation & vehicle control; Biotechnology; Power systems; Instrumentation; Propulsion systems, Vetronics, Aeronautics, Chemical & biological systems, Signature reduction, Computer dan simulation. Ilmu pengetahuan tersebut diatas perlu dikembangkan dari mulai pendidikan setaraf Sekolah Menengah Atas, sampai dengan perguruan tinggi maupun sekolah tinggi kejuruan. Untuk menghasilkan SDM yang expert tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat, perlu pelatihan dan penempatan pekerjaan sesuai dengan disiplin ilmu tersebut agar pengkaderan dan profesionalisme dapat dikembangkan. Di Indonesia nampaknya hal demikian belum teraktualisasikan dengan baik, masih perlu “good will” dari para pucuk pimpinan dalam menempatkan SDM yang sesuai bidangnya.

Sistem keamanan yang didukung oleh penguasaan iptek yang memadai dapat meningkatkan daya tangkal secara efektif untuk mempertahankan bangsa dan negara dari berbagai ancaman keamanan baik yang bersifat tradisional maupun non tradisional.

Masalah Teknologi Maju di Negara Berkembang

Pada era pembangunan sekarang ini, masyarakat Indonesia sudah terlibat dalam sentuhan teknologi maju, dan bahkan telah sampai ke desa – desa. Teknologi maju membawa juga semacam gaya hidup yang senang dan mewah.

Makin majunya teknologi tersebut makin melahirkan sifat yang menyenangkan dan mewah, dan juga seringkali makin mahal. Karena memang sudah mendorong lahirnya pola hidup mewah di kalangan berada terutama di kota – kota besar.

Persentuhan masyarakat Indonesia dengan kemajuan teknologi nampaknya menciptakan hasil yang bersegi dua. Di satu pihak membawa gaya hidup yang serba menyenangkan. Tetapi di lain pihak membawa juga problem social yang gawat yaitu mempertajam jurang pemisah antara lapisan kaya dan lapisan miskin di kalangan masyarakat, serta seringkali juga mempermudah terjadinya benacan – bencana bagi kehidupan manusia itu sendiri. Penggunaan teknologi maju di sector modern di negara berkembang seperti Indonesia kadang – kadang tidak dapat dihindarkan jika memang lebih efisien daripada teknologi lainnya. Namun dalam menentukan teknologi yang akan digunakan sangat diperlukan pendekatan selektif yang ,menghindarkan penggunaan teknologi maju secara luas tanpa pertimbangan mengenai keuntungan atau manfaat bagi masyarakat.

Perlu diketahui bahwa teknologi maju dikembangkan sesuai dengan keadaan dan lingkungan khas di negara – negara maju, yang dalam hal tersebut amat berbeda dengan keadaan dan lingkungan negara berkembang, namun kurang diketahui perbedaan apa yang menyebabkan kesulutan dalam pengalihan teknologi maju di negara – negara berkembang.

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Dalam bidang organisasi, perbedaan utama antara negara – negara maju dan negara – negara berkembang adalah skala produksi dari unit produksi di negara erkembang. Skala produksi yang besar sering diperlukan dalam penggunaan teknologi maju dan menghasilkan “ Economic of Scal “, yaitu penurunan dalam biaya satuan makin besar skal produksi. Lagipula, unit produksi yang besar itu memerlukan teknik pengolahan yang maju pada umumnya langka skala di negara berkembang.

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Dalam bidang teknik, penggunaan teknologi maju oleh negara-negara berkembang memerlukan masukan barang – barang dan jasa – jasa yang perlu diimport dari negara maju, karena tidak tersedia atau belum dapat dihasilkan oleh negara berkembang.

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Dalam bidang ekonomi, penggunaan teknologi maju di negara berkembang teritama mempengaruhi kesempatan kerja yang tersedia. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan pokok antara negara maju dan negara berkembang, yaitu tingkat pendapatan per kapita yang rendah di negara berkembang yang menyebabkan perlu tingkat tabungan per kapita yang rendah di negara berkemabang.

Karena sumber pembiayaan invesatasi adalah tabungan, maka dengan sendirinya tabungan per kapita yang rendah akan berarti tingkat biaya per kapita yang rendah yang tersedia sebagai invesatasi. Kesulitan yang timbul dalam pengalihan teknologi maju ke negara berkembang di sebabkan oleh karena teknologi maju tersebut dikembangkan di negara maju yang mampu untuk menunjang tingkat invesatasi per kapita yang tinggi.

Teknologi ini umumnya dicirikan oleh perbandingan modal tenaga kerja yang tinggi. Oleh karena itu jika teknologi maju digunakan juga di negara berkembang, maka hal tersebut akan berarti persediaan tabungan yang relative terbatas jumlahnya akan terpaksa dipusatkan pada kelompok kerja yang menggunakan teknologi maju. Tetapi dengan demikian tidak akan tersedia cukup dana tabungan lagi untuk mempekerjakan seluruh tenaga kerja di sector lain yang tidak memerlukan teknologi maju. Dengan demikian maka penggunaan teknologi maju yang kurang selektis dapat mempersulit penanggulangan masalah pengangguran dan setengah pengangguran yang umum terdapat di negara berkembang, termasuk Indonesia. Suatu konsekuensi lain dari pengalihan teknologi maju ke negara berkembang yang belum mempunyai kemampuan sendiri untuk mengembangkan teknologi yang tepat guna dengan lingkungan dan kebutuhan negara tersebut adalah ketergantungan teknologi pada negara maju. Hal tersebut disebabkan oleh karena negara maju memang dapat menjual teknologi maju kepada negara berkembang, namun bukan pengetahuannya atau kemampuan untuk mengembangkan teknologi tersebut. Tetapi karena teknologi di negara maju berkembang terus, maka ketergantungan teknologi negara berkembang menjadi semakin besar, oleh karena negara berkembang dapat membeli teknologi maju dari negara maju, tetapi tidak dapat membeli pengetahuan yang diperlukan untuk menghasilkan teknologi maju tersebut.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Peran IPTEK Dalam Lingkungan

IPTEK memegang peranan penting bagi negara-negara berkembang dalam proses peningkatan standar hidup, kesejahteraan, dan melindungi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Negara-negara berkembang menghadapi berbagai tantangan jangka pendek dan jangka panjang. Perubahan penggunaan lahan melalui penggundulan hutan dan perubahan lahan pertanian akibat aktivitas sosio-ekonomi di daerah tangkapan air di hulu, telah menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan lingkungan dan infrastruktur akibat bencana yang ditimbulkannya. Kerusakan lingkungan di daerah tangkapan air, menyebabkan kelangkaan air bersih di berbagai negara, selain bencana banjir ketika musim penghujan

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup (termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya) yang mempengaruhi peri-kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Oleh karena itu kelestarian dan keseimbangan alam perlu dipertahankan agar senantiasa memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia ke taraf hidup yang lebih baik.

Namun yang terjadi kini malah sebaliknya, Dominasi manusia terhadap lingkungan seringkali berdampak buruk. Pembangunan dan penguasaan iptek dalam mengeksplorasi alam untuk peningkatan ekonomi seringkali melampaui batas dan sering kali mengabaikan kondisi lingkungan itu sendiri. Padahal kemampuan sumber daya dan kemampuan alam untuk mengeliminasi Zat pencemar adalah terbatas. Apalagi saat ini, krisis yang melanda negeri ini menyebabkan kehidupan lebih memburuk.

Belum optimalnya peran iptek dalam mengatasi degradasi fungsi lingkungan hidup. Kemajuan iptek berakibat pula pada munculnya permasalahan lingkungan. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh belum berkembangnya sistem manajemen dan teknologi pelestarian fungsi lingkungan hidup. Sistem tersebut akan mendorong pengembangan dan pemanfaatan iptek yang bernilai ekonomis, ramah lingkungan dan mempertimbangkan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat.

Sektor lingkungan hidup merupakan isu penting di dunia saat ini. Secara garis besar, pemanfaatan iptek harus senantiasa mempertimbangkan usur lingkungan hidup. Artinya, pemanfaatannya harus sejauh mungkin ramah lingkungan. Komitmen pemerintah terhadap lingkungan hidup juga sudah lumayan tinggi. Salah satu buktinya, sudah ada Kementerian Negara Lingkungtan Hidup yang khusus mengurusi hal itu pada pemerintahan yang ada saat ini.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Peran IPTEK Untuk Meningkatkan Kesejahteraan

Tuntutan terhadap pengembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini semakin mengemuka. IPTEK dituntut mampu mencari berbagai alternative pemecahan masalah yang ada ditengah-tengah masyarakat dengan mengembangkan perilaku kritis, obyektif, dan rasional sehingga bisa mengetahui kebutuhan riil yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

IPTEK bukanlah suatu system tersendiri yang hanya berada diruang penelitian dan laboratorium dalam sebuah menara gading yang terpisah dari masyarakat sekitarnya. Pada akhirnya, IPTEK harus mampu menjadi suluh penerang dan pedoman bagi seluruh warga masyarakat untuk bisa membawanya ke Indonesia yang gemilang. Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa.

Peran iptek dalam membangun peradaban suatu bangsa telah lama diakui secara universal, pengalaman berbagai negara menunjukkan secara jelas bahwa iptek menduduki peran sentral bagi pertumbuhan dan bagi memperkokoh daya saing utama pada arena persaingan global.

Perubahan ke empat pasal 31 ayat 5 uud 1945, yang berbunyi “pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”, perlu kita jabarkan dan terapkan dalam program pembangunan bangsa.

Tugas yang mulia ini tentunya bukan hanya tugas pemerintah saja tetapi merupakan tugas kita bersama melihat betapa pentingnya peran iptek dalam mewujudkan peradaban dan kesejahteraan bangsa, maka sudah selayaknya pengembangan dan pemanfaatannya dilakukan secara nasional, dalam arti merata di seluruh daerah. Salah satu modal dasar bagi pengembangan dan pemanfaatan iptek di tingkat daerah adalah regulasi kewenangan yang lebih bersifat otonomis. Sejak diberlakukannya uu no. 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah yang memberikan otonomi lebih luas kepada daerah untuk mengurus dirinya sendiri. Serta diberlakukannya undang-undang nomor 18 tahun 2002 tentang sistem nasional penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka inisiatif daerah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya juga semakin tinggi. Kedua undang-undang tersebut merupakan tuntunan bagi kita semua baik yang di pusat maupun di daerah dalam melaksanakan pembangunan nasional dibidang iptek kedua undang-undang tersebut juga mengamanatkan kepada kita agar kita mampu menumbuhkembangkan jaringan sistem, penelitian, pengembangan dan penerapan iptek mulai dari tingkat nasional sampai daerah.

Sebagai contoh Peran IPTEK untuk meningkatkan kesejahteraan adalah sebagai berikut :

a. Penyediaan pangan

Perkembangan IPTEK dalam bidang pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan pengembangan di bidang pertanian terutama dalam peningkatan produktivitas melalui penerapan varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan pengairan. Namun di sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalkan saja penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.

b. Penyediaan Sandang

• Pada awalnya bahan sandang dihasilkan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan lain-lain

• Perkembangan teknologi matrial polimer menghasilkan berbagai serat sintetis sebagai bahan sandang seperti rayon, polyester, nilon, dakron, tetoron dan sebagainya

• Kulit sintetik juga dapat dibuat dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas dan lain-lain

• Teknologi pewarnaan juga berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.

c. Penyediaan Papan

• Teknologi papan bersangkut paut dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan seperti city planning, kota satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya yang berkaitan dengan perkembangan penduduk

• Awalnya bahan pokok untuk papan adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologi matrial untuk mengatasi kekurangan kayu

• Untuk mengatasi kekurangan akan lahan dikembangkan teknologi gedung bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru, bahkan tidak menutup kemungkinan pemukiman ruang angkasa.

d. Peningkatan Kesehatan

• Perkembangan Ilmu Kedokteran seperti : ilmu bedah dan lain-lain

• Penemuan alat-alat kedokteran seperti : stetoskup, USG, dan lain-lain

• Penemuan obat-obatan seperti anti biotik, vaksin dan lain-lain

• Penemuan radio aktif untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti tumor dan lain-lain

• Penelitian tentang kuman-kuman penyakit dan lain-lain.

e. Penyediaan Energi

• Kebutuhan akan energi

• Sumber-sumber energi

• Sumber energi konvensional tak dapat diperbaharui

• Sumber energi pengganti yang tak habis pakai

• Konversi energi dari satu bentuk kebentuk yang lain.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Peran IPTEK Dalam Era Globalisasi

Perbedaan utama antara negara maju dan negara berkembang adalah kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara maju karna didukung oleh sistem informasi yang mapan. Sebaliknya, sistem informasi yang lemah di negara-negara berkembang mengakibatkan keterbelakangan dalam penguasaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Jadi jelaslah bahwa maju atau tidaknya suatu negara sangat di tentukan oleh penguasaan teirhadap informasi, karena informasi merupakan modal utama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan.teknologi yang menjadi senjata pokok untuk membangun negara. Sehingga apabila satu negara ingin maju dan tetap eksis dalam persaingan global, maka negara tersebut harus menguasai informasi.

Di era globalisasi dan informasi ini penguasaan terhadap informasi tidak cukup harnya sekedar menguasai, diperlukan kecepatan dan ketepatan. Sebab hampir tidak ada guna menguasai informasi yang telah usang, padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat mengakibatkan usia informasi menjadi sangat pendek, dengan kata lain, informasi lama akan diabaikan dengan adanya informasi yang lebih baru.

Masukan (input) dan kontribusi langsung dari para pemegang peran (stakeholders) yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran (stakeholders). Lagipula kunci utama untuk meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.

Kehidupan kita sekarang perlahan lahan mulai berubah dari dulunya era industri berubah menjadi era informasi di balik pengaruh majunya era globalisasi dan informatika menjadikan computer, internet dan pesatnya perkembangan teknologi informasi sebagai bagian utama yang harus ada atau tidak boleh kekurangan dikehidupan kita. Aktifitas network globalisasi ekonomi yang disebabkan oleh kemajuan dari teknologi informasi bukan hanya mengubah pola produktivitas ekonomi tetapi juga meningkatkan tingkat produktivitas;dan pada saat bersamaan juga menyebabkan perubahan structural dalam kehidupan politik, kebudayaan, kehidupan sosial masyarakat dan juga konsep waktu dalam dalam berbagai lapisan masyarakat.

Dalam globalisasi ekonomi, perekonomian dunia tidak akan lagi mengenal batas-batas negara dan bahkan peranan negara diramalkan akan semakin berkurang. Arus globalisasi ekonomi dipercepat oleh kemajuan teknologi yang makin pesat khususnya di bidang transportasi, telekomunikasi dan informasi yang memungkan arus orang, barang, jasa, dan informasi bergerak dengan lebih cepat, dalam jumlah yang semakin besar, dengan kualitas yang semakin baik, dan dengan biaya yang semakin murah. Persaingan antar bangsa dalam memproduksi barang dan jasa akan semakin kuat dan ketat. Kemajuan teknologi itu pulalah yang akan makin mempercepat proses globalisasi di berbagai bidang kehidupan manusia. Dengan demikian, maka penguasaan iptek dari suatu bangsa yang akan menentukan keberhasilan bangsa itu menghadapi globalisasi dalam bidang ekonomi dan bidang kehidupan lainnya.

<!–[if !supportLists]–>C.<!–[endif]–>DAMPAK NEGATIF ATAS PENYALAHGUNAAN IPTEK

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi dapat membantu atau mempermudah kinerja manusia dalam menjalankan usaha atau kreativitas dan aktivitas, akan tetapi disisi lain dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menghancurkan moral atau akhlak manusia, karena manusia tidak bisa mengambil nilai manfaat dari teknologi yang digunakan atau manusia menyalahgunakan ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk kepentingan ”hasrat” sesaat. Hasrat sesaat yang penulis maksud disini ialah menyalurkan kepentingan-kepentingan yang dapat atau bisa merusak atau merugikan diri sendiri dan orang lain. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. Tidak terasa jaman telah berganti dan sekarang manusia berada pada jaman era globalisasi, pusat-pusat informatika begitu mudah didapat, persaingan begitu ketat baik dibidang usaha atau pekerjaan maupun dibidang pendidikan. Proses globalisasi di satu sisi membuka peluang besar untuk perkembangan manusia, disisi lain membuka ketakutan-ketakutan dan ketidaksiapan manusia untuk menunjukkan skill yang dimiliki, sehingga manusia yang tidak siap menghadapi datangnya globalisasi menyatakan bahwa globalisasi sebagai sistem yang tidak manusiawi.

Sebagai sistem pengetahuan, sains harus dibedakan dari cara berpikir yang berdasarkan ilmu pengetahuan yang saya sebut “sainsisme.” Paham ini mengandaikan bahwa sains merupakan satu-satunya norma dalam hidup, bahwa tidak ada sumber pengetahuan lain selain sains. Sainsisme juga mengandaikan bahwa semua persoalan dalam hidup dapat dipecahkan oleh sains dan teknologi. Sebagai contoh, ada orang berpendapat bahwa eksploitasi terhadap orang miskin dibenarkan berdasarkan pengamatan bahwa pada hakekatnya binatang berkembang melalui (prinsip) survival of the fittest (yang kuat yang menang). Ini disebut “teori evolusi sosial” dan jelas berbeda dengan teori ilmiah evolusi. Saya ingin menekankan bahwa sainsisme itu bukan merupakan konsekuensi sains. Seperti sudah saya jabarkan, para saintis dewasa ini sadar dengan baik akan keterbatasan sains itu sendiri.

Perkembangan teknologi dan penelitian ilmiah merupakan kegiatan manusia dan mempunyai dimensi moral dan etika. Kita harus menghindari sainsisme yang menjadikan sains sebagai norma absolut kehidupan dan orang diijinkan untuk melakukan apa saja yang mungkin dalam sains dan teknologi.

Manusia memiliki dua peranan yang harus dilakoni dalam kehidupan ini, yaitu manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai seorang individu manusia memiliki sifat egois, ambisius dan tidak pernah puas. Sedangkan dalam peranannya sebagai makhluk sosial mereka dituntut untuk bisa berbagi dan saling tolong menolong.

Dari kedua sifat yang saling bertolak belakang itulah muncul teknologi. Singkat kata teknologi juga memiliki dua sifat yang berbeda, yaitu positif dan negatif. Kedua dampak tersebut pasti berjalan beriringan seiring dengan teknologi yang dihasilkan manusia. Karena akhir – akhir ini banyak yang lebih mementingkan individualisme daripada sosial kemasyarakat, maka teknologi yang dihasilkanpun cenderung kepada sifat yang negatif. Banyak kerugian yang ditimbulkan daripada keuntungannya. Sebagai contoh penerapan teknologi nuklir yang diselewengkan menjadi senjata pemusnah masal dan pengerukan sumber daya alam secara berlebihan yang berdampak pada hilangnya keseimbangan ekosistem di bumi. Kedua contoh tersebut merupakan dampak negatif yang muncul akibat sifat egois, ambisius dan tidak pernah puasnya manusia dalam kehidupannya.

Dari kenyataan yang ada, kecuali dampak positif, kemajuan sains dan teknologi juga memberikan dampak negative bagi hidup manusia. Di sini disebutkan beberapa dampak negatif yang telah muncul antara lain dalam bidang (1) informatika, (2) persenjataan, (3) biologi, (4) medis, dan (5) lingkungan hidup.

Informatika. Kemajuan teknologi komputer dan informasi, faktanya juga membuat dunia kejahatan makin canggih. Praktek-praktek pencurian melalui jaringan computer dan internet, seperti pembobolan bank, penipuan transaksi dagang via internet, bahkan pembocoran rahasia sebuah institusi atau negara, juga makin sering terjadi.

Kemajuan teknologi komputer dan informasi ini, juga memungkinkan seseorang bisa dirusak kehidupan pribadinya dengan cara penyebarluasan informasi yang tidak benar dan gambar yang direkayasa menggunakan computer dan disebarkan melalui internet. Di beberapa tempat, adanya internet ternyata juga punya dampak negatif bagi banyak orang muda yang dengan mudah mengakses situs pornografi dan informasi yang provokatif dan menghasut dari kelompok-kelompok tertentu. Dan yang terburuk, terbukanya keran informasi akibat majunya teknologi komputer dan informasi ini, membuat mereka yang tak siap menjadi bingung menyikapinya.

Persenjataan. Persenjataan yang canggih juga memiliki dampak negatif. Akibat yang ditimbulkan senjata modern dan canggih, bisa lebih menimbulakn kerusakan dan kerugian yang lebih besar atau korban yang jauh lebih banyak jumlahnya ketimbang senjata konvensional, juga karena dengan itu korban yang dibunuh dapat lebih banyak daripada perang tradisional. Senjata modern dan canggih juga bisa membuat beberapa negara merasa sangat kuat dan ingin menguasai atau memaksakan kehendak pada negara lain. Senjata modern dengan efek penghancur yang dahsyat, seperti senjata dengan uranium dan nuklir, bisa memicu persaingan dan pada tingkat tertentu juga bisa menyulut pecahnya perang. Dewasa ini bahkan banyak riset yang dilakukan untuk menciptakan senjata modern dan canggih dengan daya penghancur luar biasa. Para ahli yang melakukan riset penciptaan senjata itu, tentu juga berpikir untuk menguji senjata hasil buatan mereka. Ini jelas bisa menjadi ancaman. Dalam situasi normal dan tenang, mereka memang akan melakukan pengujian di darah aman dan tanpa penghuni. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa mereka tak pernah berkeinginan untuk menguji senjata mereka dalam kondisi sebenarnya, yakni menjadi mesin perang untuk menghancurkan suatu Negara yang dihuni jutaan manusia.

Sebenarnya kita dapat bertanya, mengapa mereka membuat persenjataan yang makin canggih? Mengapa tidak membuat peralatan yang lebih berguna bagi kesejahteraan manusia?

Biologi. Teknologi rekayasa di bidang biologi juga mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dengan teknologi ini, kalangan ahli biologi kini mampu mengembangkan apa yang disebut sebagai cloning yang bisa diterapkan pada tumbuhan, hewan, dan sangat mungkin juga pada manusia. Dengan rekayasa cloning ini, para ahli memang dapat menciptakan mahluk baru tanpa melalui pembiakan sebagaimana lazimnya. Termasuk dalam menciptakan organ manusia yang diperlukan untuk memperbaiki atau memperbarui organ yang rusak. Namun masalahnya tentu akan lain, juka praktek cloning itu dilakukan untuk menciptakan manusia baru. Keinginan untuk menciptakan manusia tanpa melalui perkawinan seperti ini, bahkan sudah memicu munculnya pro-kontra diantara para ahli yang mendukung dan yang menentangnya. Bila tidak disikapi secara kritis, praktek cloning manusia itu, bisa melahirkan dampak negatif dalam kehidupan manusia sendiri.

Dampak terburuk yang bisa terjadi bila praktek cloning manusia itu dibiarkan adalah kemungkinan hilangnya kesadaran bahwa mereka adalah mahluk ciptaan Tuhan. Kenyataan bahwa mereka bisa menciptakan segalanya dengan cloning, bisa jadi justru akan membuat mereka melupakan Sang Pencipta sendiri. Dampak lainnya adalah kemungkinan munculnya sikap superioritas perempuan yang tidak akan membutuhkan laki-laki, karena dapat mencipta manusia sendiri dari dirinya. Hal ini akan mengganggu keseimbangan relasi manusia laki-laki dan perempuan yang diciptakan Tuhan untuk saling membantu dalam suatu perkawinan. Maka tata kehidupan baru akan bergolak.

Lingkungan hidup. Dari banyak pengalaman, kerusakan lingkungan akibat pembangunan industri masih terus terjadi. Sistem pengelolaan limbah industri yang tidak ditata secara tepat dan baik, menyebabkan lingkungan bukan hanya kotor, tapi juga tercemar. Asap dari industri dan juga transportasi juga menyebabkan polusi udara yang mengakibatkan terjadinya penipisan lapisan ozon dan terjadinya pemanasan global.

Pengambilan sumber alam secara besar-besaran menggunakan perangkat berteknologi canggih, melahirkan ancaman tidak tersedianya sumber alam bagi generasi mendatang. Penebangan hutan secara besar-besaran yang dilakukan tanpa memperhitungkan akibatnya, menyebabkan terjadinya penggundulan hutan yang juga mendorong makin meningkatnya suhu udara di muka bumi ini. Pembangunan reactor nuklir di tempat yang tidak tepat dan tidak secara teliti direncanakan telah ikut merusak lingkungan dan mengancam kelangsungan hidup banyak orang.

Dari sini tampak bahwa perkembangan teknologi di bidang industri pun perlu memperhatikan pengaturan terhadap lingkungan hidup manusia. Dalam lingkungan tertentu penggunaan teknologi canggih oleh kelompok masyarakat tertentu, juga bisa berakibat kelompok masyarakat yang lain terkalahkan dalam persaingan. Lihat bagaimana penggunaan pukat harimau oleh perusahaan besar telah menyingkirkan dan mematikan nelayan-nelayan tradisional. Akibatnya penduduk tidak dapat hidup layak lagi. Maka terjadi ketidakadilan yang berakibat menyengsarakan orang kecil.

Medis. Kemajuan teknologi kedokteran sangat pesat, banyak peralatan medis yang mutakhir ditemukan. Kecuali dampak yang positif, sudah tampak bahwa peralatan yang modern itu juga membawa dampak negatif. Beberapa rumah sakit yang mempunyai peralatan itu, sering secara mudah menganjurkan pasien, termasuk yang secara ekonomi tak mampu, untuk menjalani diagnosa dengan alat itu meski sebenarnya tidak perlu. Akibatnya mereka harus membayar mahal. Bahkan ada beberapa dokter “memaksakan” tindakan operasi dengan menggunakan peralatan yang canggih, hanya demi mengembalikan investasi pembelian peralatan tersebut. Jadi tindakan yang dilakukan terhadap pasien, tidak lagi didasarkan pada pertimbangan untuk membantu pasien, tapi justru pada alatnya.

Dari beberapa contoh di atas menjadi jelas bahwa kecuali dampak positif dari kemajuan sains dan teknologi, juga terdapat banyak dampak negatifnya. Maka kiranya diperlukan suatu aturan main, suatu pembatasan, suatu arah bagi perkembangan teknologi, terutama dalam penggunaan hasil teknologi.